Korban Penyanderaan Trauma, Identitas 3 Jenazah Teroris Jl Kaliurang Belum Terungkap

Truk yang sempat dibajak terduga teroris dipasangi garis polisi. (Harian Jogja/Irwan A Syambudi)
17 Juli 2018 03:30 WIB Irwan A Syambudi Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Jenazah tiga terduga teroris yang ditembak oleh Tim Densus 88 di Jl. Kaliurang Km 9,5 Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Sabtu (14/7/2018) lalu, masih menjalani identifikasi. Saat ini jenazahnya masih berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda DIY, jalan Jogja-Solo, Tirtomartani, Kalasan.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY, Kompol dr. Theresia Lindawati mengatakan ketiga jenazah terduga teroris dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY seusai ditembak Tim Densus 88. Dan sampai saat ini identifikasi masih dilakukan. "Iya, masih [ada di RS Bhayangkara Polda DIY] ," kata dia dimintai konfirmasi wartawan, Senin (16/7/2018).

Tokopedia

Lantaran masih dalam proses identifikasi, Theresia belum dapat mengungkapkan lebih jauh perihal tiga jenazah tersebut. Dia juga belum bisa mengungkap identitas maupun penyebab kematian tiga terduga teroris tersebut.

Sampai Senin siang, keluarga dari ketiga jenazah tersebut juga belum ada yang mendatangi RS Bhayangkara untuk mengurus pengambilan jenazah ataupun sekedar menjenguk. "Belum, belum ada [keluarga dari terduga teroris yang ke RS Bhayangkara Polda DIY]. Masih menunggu proses identifikasi," ucapannya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengatakan ketiga terduga teroris tersebut terpaksa ditembak mati lantaran membahayakan petugas, dan sempat menyandera seorang warga. "Kami melakukan tindakan tegas [ditembak] karena semua melawan," katanya.

Sementara itu, pasca-kejadian tersebut Polda DIY bakal beri pendampingan kepada korban penyanderaan, dan warga sekitar yang mengalami trauma. Pihaknya akan membentuk tim pendamping psikologis untuk melakukan survei mengenai kebutuhan warga yang sempat disandera orang bersenjata.

"Kami akan melakukan pendampingan secara psikologis. Yang jelas [pendampingan kepada] yang disandera, kalau yang lain nanti petugas psikolog akan menyurvei ke sana dulu untuk mengetahui siapa saja yang perlu didampingi. Kalau memang ada lainnya yang perlu, kami fasilitasi," kata dia.

Kolom 3 hours ago

Kiri Zaman Kini