TGB: Dulu Saya Dukung Prabowo 2014, Pilpres Selesai ya Selesai

Gubernur NTB TGB Zainul Majdi menyaksikan Mensos Idrus Marham (kedua kanan) menggendong anak korban tambang emas ilegal di Puskesmas Sekotong, Lombok Barat, NTB, Kamis (21/6 - 2018). (Antara / Ahmad Subaidi)
16 Juli 2018 23:00 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menjawab sejumlah anggapan dan kontroversi sejak pernyataannya mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden untuk dua periode. Sikap TGB memang memunculkan berbagai tudingan soal motivasinya mendukung Jokowi, khususnya dari lawan-lawan politik Jokowi.

Salah satu yang menjadi gunjingan adalah pernyataan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang dirilis melalui akun Instagramnya beberapa waktu lalu. Dalam video yang diunggah di akun amienraisofficial, 8 Juli 2018, Amien menyebutkan ada sebagian umat, bahkan sebagian tokoh, yang membingungkan karena berpindah posisi dari yang sesuai hidayah Allah ke jalan lain.

Tokopedia

Bahkan, saat itu Amien berharap mudah-mudahan mereka kembali ke jalan hidayah. Saat diputarkan video itu dalam program Satu Meja Kompas TV, Senin (16/7/2018) malam, TGB pun memberikan jawaban singkat. "Saya berkhunuzan pernyataan itu bukan untuk saya," jawab TGB.

TGB pun menerangkan mengapa dirinya berubah arah politik dari 2014 mendukung Prabowo Subianto kemudian mendukung Jokowi menjelang Pilpres 2019. Menurutnya, dukungan terhadap Prabowo selesai ketika Pilpres 2014 berakhir dengan kemenangan Jokowi-JK.

"Saya dulu mendukung Bapak Prabowo di kontestasi 2014, tapi ketika kontestasi selesai, ya selesai. Saya terbiasa menundukkan perkara pada tempatnya, saya melihat 4 tahun beliau sungguh-sungguh bekerja maksimal apa yang terbaik," kata TGB.

Ditanya soal anggapan orang bahwa dirinya kutu loncat, TGB menjawabnya dengan tenang. Dia menyatakan tidak pernah bermanuver seperti itu karena proses politik 2014 sudah selesai dan tidak pernah bergabung dengan parpol pendukung Prabowo sekalipun.

"Sekali lagi saya tidak pernah. Pilpres 2014 selesai saya kembali jadi gubernur, tidak pernah masuk Gerindra juga, tidak ikut program-program politik Pak Prabowo dan sahabatnya. Saya di tengah-tengah. Saya melihat situasi yang ada, saya memutuskan untuk mendukung Presiden Jokowi melanjutkan periode kedua," kata dia.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengungkapkan pada 2014, kesediaannya menjadi ketua tim sukses Prabowo-Hatta adalah karena dua hal, yaitu diminta tokoh yang dia hormati dan karena visi misi. TGB mengaku tak pernah sekalipun bertemu langsung dengan Prabowo atau Jokowi sebelum masuk tim sukses.

"Lalu beliau [Jokowi] melanjutkan kerjanya. Saya melihat ada kesungguhan melakukan visi misinya. dan saya melihat pekerjaan ini tidak bisa selesai dalam 1 periode," ujarnya.