Demokrat Terus Zig-Zag, Koalisi Jokowi Heran

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto (ketiga dari kiri) bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (keempat dari kiri) menggelar jumpa pers di DPP PDIP, Jakarta, Jumat (13/7 - 2018). (Bisnis / Jaffry Prabu)
16 Juli 2018 20:40 WIB Samdysara Saragih Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Koalisi pengusung Joko Widodo (Jokowi) terheran-heran mengamati serangkaian manuver Partai Demokrat, tetapi tidak juga memutuskan sikap menjelang dibukanya pendaftaran Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019.

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Nasdem Taufiqulhadi menghormati langkah-langkah parpol oposisi yang hendak menyusun kekuatan penantang calon presiden petahana. Ironisnya, di kala pengusung Jokowi sudah semakin mantap, calon lawannya justru belum berhasil menentukan sikap.

Tokopedia

“Kami tidak membuat bingung. Yang bingung yang zig-zag sendiri, lirik kiri, lirik kanan,” katanya seusai Rapat Kerja Komisi III DPR dengan Jaksa Agung di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Pernyataan Taufiqulhadi tersebut merupakan tanggapan atas rencana pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY, Rabu (18/7/2018). Pertemuan itu diperkirakan akan semakin memperjelas langkah politik Demokrat menjelang dibukanya pendaftaran Pilpres 2019.

Taufiqulhadi menilai kelompok oposisi tidak hanya terlihat kebingungan, tetapi kekuatannya semakin berkurang. Indikasinya, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) telah berbalik arah dari kubu Prabowo ke kubu Jokowi.

Sebaliknya, koalisi pengusung Jokowi semakin mantap dengan dukungan tokoh-tokoh itu. Tambahan lagi, Partai Kebangkitan Bangsa sudah menegaskan siap mengusung bekas Gubernur DKI Jakarta tersebut merebut jabatan presiden periode kedua.

“Hari demi hari kami lebih baik. Semakin hari semakin pasti,” ujar anggota Komisi III DPR ini.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan memastikan sikap resmi partainya akan semakin terang dalam pertemuan Prabowo-SBY. Sampai hari ini, Demokrat masih menyimpan tiga opsi koalisi yakni bergabung dengan poros Jokowi, bersatu dengan kubu Prabowo, atau membuat poros ketiga.

Hinca mengakui bahwa Demokrat memang menyiapkan putera sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai kandidat bakal calon presiden atau calon wakil presiden. Namun, opsi pengajuan AHY bukan harga mati dalam skema koalisi yang ditawarkan Demokrat.

“Mana ada harga mati. Realitas politik ujungnya paling lambat saat akhir pendaftaran 10 Agustus 2018. Soal AHY ini tunggu tanggal 18 Juli,” kata anggota Komisi III DPR ini.