Demokrat Sebut AHY Bukan Harga Mati, Realistis?

Jurkam nasional Parta Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berorasi di Lapangan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Kamis (21/6 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
16 Juli 2018 19:34 WIB Samdysara Saragih Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto akan bersua dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY untuk menindaklanjuti penjajakan koalisi kedua partai politik dalam Pemilihan Umum (Pilpres) Presiden 2019. Demokrat pun memberi sinyal bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak lagi menjadi harga mati untuk diajukan sebagai cawapres.

Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan pertemuan Prabowo-SBY bakal digelar di rumah SBY di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2018). Meski demikian, dia belum bersedia menjelaskan substansi pembicaraan dua tokoh tersebut.

Tokopedia

“Tunggu tanggal 18 Juli. Pertemuan SBY dan Prabowo akan banyak kejutan,” katanya usai Rapat Kerja Komisi III DPR dengan Jaksa Agung di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Hinca mengakui bahwa Demokrat memang menyiapkan putera sulung SBY, AHY, sebagai calon presiden atau calon wakil presiden. Namun, opsi pengajuan AHY bukan harga mati dalam skema koalisi yang ditawarkan Demokrat.

“Mana ada harga mati. Realitas politik ujungnya paling lambat saat akhir pendaftaran 10 Agustus 2018. Soal AHY ini tunggu tanggal 18 Juli,” kata anggota Komisi III DPR itu.

Pertemuan Prabowo-SBY sudah digadang-gadang menjelang hari pencoblosan pemilihan kepala daerah serentak 2018. Rencana awalnya, kedua bekas perwira TNI tersebut bertemu di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, sebagai balasan pertemuan di Cikeas setahun silam.

Sebelum pertemuan lusa, tokoh-tokoh Gerindra dan Demokrat sudah saling melakukan kunjungan pemanasan. Pada 6 Juli, SBY mengutus Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Syarief Hasan ke rumah Prabowo di Kertanegara.

Di tengah penjajakan itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto tiba-tiba mengadakan kunjungan ke kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Jumat (13/7/2018). Namun, Hinca Pandjaitan membantah Agus mewakili Demokrat.

“Pak SBY memberi ruang kepada para kadernya untuk menjalin komunikasi dengan pihak manapun, tentunya dengan tujuan yang baik. Namun, Ketua Umum tidak pernah memberikan instruksi dan tugas khusus kepada Bapak Agus Hermanto untuk berkomunikasi dengan DPP PDIP,” ujar Hinca.

Kolom 3 hours ago

Kiri Zaman Kini