Jokowi Jawab Komentar Nyinyir Soal Divestasi 51% Saham Freeport

Penandatanganan nota pendahuluan perjanjian oleh Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi (ketiga kanan) dan Presiden Direktur Freeport McMoran, Richard Adkerson (kedua kiri), terkait pokok divestasi saham PT Freeport Indonesia di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (12/7 - 2018). (Antara / Wahyu Putro A)
16 Juli 2018 16:30 WIB David Eka Issetiabudi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut proses divestasi saham PT Freeport Indonesia memerlukan beberapa tahapan sehingga kesepakatan (heads of agreement/ HOA) yang yang sudah dicapai patut disyukuri. Hal ini sekaligus menjawab komentar nyinyir beberapa pihak soal keberhasilan divestasi saham Freeport itu sebagai pencitraan

Jokowi mengamini jika proses divestasi saham PTFI tidak selesai dengan tercapainya HoA. Maka dari itu, ke depannya kesepakatan itu akan akan ditindaklanjuti dengan dua sampai tiga kesepakatan lanjutan.

“Kesepakatan itu perlu saya sampaikan ya, ini proses panjang hampir tiga sampai tahun kita lakukan dan alot sekali. Kalau sudah bisa masuk ke HoA itu sebuah kemajuan yang amat sangat,” tuturnya, Senin (16/7/2018).

Jokowi pun berharap kemajuan yang telah dicapai pemerintah tidak ditanggapi dengan prasangka miring. Menurutnya, penandatanganan kesepakatan awal tersebut bukan terjadi dengan instan, tetapi ditempuh melalui proses yang alot.

Pekan lalu, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum dan Freeport-McMoRan Inc. telah menandatangani kesepakatan awal divestasi saham Freeport Indonesia. Inalum bakal mengambil alih hak partisipasi PT Rio Tinto sebanyak 40% dengan nilai US$3,5 miliar.

Inalum juga akan membeli 100% saham PT Indocopper Investama (anak usaha Freeport-McMoRan) senilai US$350 juta. Total nilai yang disepakati untuk transaksi divestasi saham PTFI hingga 51% mencapai US$3,85 miliar.