Simpan Video Porno di HP, Warga Malaysia Diusir dari Australia

Warga Malaysia yang dusir dari Australia karena menyimpan video porno di ponselnya (kanan). (Dailymail.co.uk)
15 Juli 2018 23:30 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, PERTH — Seorang pria, 43, warga Malaysia ditangkap petugas imigrasi saat baru saja tiba di Bandara Perth, Australia Barat, Australia, Rabu (11/7/2018). Kisah tragis tersebut menimpa pria yang tak disebutkan namanya itu setelah kedapatan menyimpan video porno pada ponselnya.

Pria yang terbang dari Bandara Kuala Lumpur, Malaysia itu bukan hanya ditangkap, namun juga diusir dari Australia dua hari kemudian setelah visanya dibatalkan. Komandan Angkatan Darat Australia untuk wilayah Australia Barat, Mark Wilson, mengungkapkan pria yang dideportasi dari Australia tersebut menyimpan video yang memuat kekerasan seksual ekstrem di HPnya.

Ia mengatakan pengusiran pria asal Malaysia tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. "Siapa pun yang ditemukan terlibat dalam tindakan semacam itu [menyimpan video kekerasan seksual] berisiko dibatalkan hak mereka untuk berada di sini [Australia]," kata Mark seperti dikutip dari The Star, Minggu (15/7/2018).

Meski menyimpan video porno yang memuat kekerasan seksual, Mark mengungkapkan ia tak menemukan video porno yang mengeksploitasi anak-anak. Ia juga tak menjelaskan secara terperinci video kekerasan seksual seperti apa yang membuat pria Malaysia tersebut terusir dari Negeri Kanguru.

Dikutip Solopos.com dari Dailymail, Mark memperingatkan semua orang yang ingin datang ke Australia agar tak menyertakan segala hal seperti yang membuat pria Malaysia tersebut diusir. "Pengunjung ke Australia perlu tahu bahwa kami terus-menerus mencari bahan-bahan terlarang semacam itu," lanjutnya.

Kisah tragis warga Malaysia karena konten porno itu bukan kali ini saja terjadi. Pada Maret silam, seorang warga Malaysia yang masih berusia 20 tahun juga ditangkap petugas bandara di Australia karena menyimpan ratusan konten porno yang mengeksploitasi anak-anak pada laptop dan ponselnya.