AHY: Tak Semua Bisa Diraih Secara Instan

Jurkam nasional Parta Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berorasi di Lapangan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Kamis (21/6 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
15 Juli 2018 05:30 WIB Samdysara Saragih Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memprediksi generasi muda Indonesia akan menghadapi tantangan politik, ekonomi, dan sosial-budaya di tengah perkembangan teknologi informasi.

Secara politik, kata AHY, media sosial memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan dan membangun opini secara pribadi dan publik. Namun, perkembangan itu bisa memberikan dampak positif atau negatif.

Tokopedia

“Positifnya, internet membuka bentuk komunikasi lebih egaliter. Dampak negatifnya, meningkatnya hoaks, berita palsu dan bentuk disinformasi lainnya,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/7/2018).

Putera sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengingatkan ujaran kebencian dapat merusak harmoni dan persatuan negara. Untuk itu, dia mengajak generasi muda tidak menyebarkan hoaks dan segala bentuk disinformasi lainnya. “Hate speech bukan berarti free speech.”

AHY menambahkan perkembangan teknologi juga menggeser lanskap ekonomi. Menurutnya, ekonomi digital telah membuat bisnis-bisnis besar mengalami disrupsi dan memunculkan usaha-usaha rintisan baru.

Pensiunan mayor TNI ini pun mengajak generasi muda Indonesia untuk menyiapkan diri menghadapi kompetisi global. Kunci persaingan, imbuh AHY, adalah kualitas sumber daya manusia. “Pendidikan adalah payungnya, namun produktivitas dan kreativitas akan menentukan seberapa mampu kita dalam berkompetisi di dunia ekonomi yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, tantangan ketiga dalam kacamata AHY berfokus pada pergeseran lanskap sosial-budaya. Menurut alumni Akademi Militer ini, pola pikir generasi milenial yang cenderung menginginkan segala sesuatu secara instan dapat menjadi masalah.

“Banyak dari generasi muda saat ini belum bisa mengapresiasi bahwa segala sesuatu itu membutuhkan proses dan waktu. Tidak semua hal bisa didapat secara instan,” ucapnya.

AHY memaparkan tiga tantangan tersebut saat menyampaikan kuliah umum di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura, Jumat (13/7/2018) sore waktu setempat. Kuliah umumnya itu bertajuk Unleashing the Potential of Young Indonesians: Opportunities and Challenges in a Vibrant Democracy.

Di hadapan para akademisi dan generasi muda itu, AHY melontarkan optimisme bahwa generasi muda Indonesia dapat berkolaborasi dan bekerja sama untuk masa depan yang lebih baik. “Pasti akan selalu ada tantangan-tantangan. Tapi bersama-sama kita bisa mewujudkan masa depan yang lebih baik, Indonesia yang sejahtera,” kata Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu Partai Demokrat tersebut.