Eni Maulani Saragih Suka Bagi Duit, Rumahnya Mewah Sejak Masuk DPR

Gedung BPK (Google Street View)
14 Juli 2018 18:03 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, TANGERANG -- Ada kisah menarik soal gaya hidup Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, yang diciduk KPK pada Jumat (13/7/2018) malam. Di lingkungan tempat tinggalnya, Jl Swadaya No.10, RT.4/4, Larangan Indah, Larangan, Tangerang, Eni dikenal sering bagi-bagi uang dengan nilai fantastis, bahkan mencapai Rp25 juta.

Salah seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Eni yang memiliki dua anak lelaki ini kerap membagikan uang kepada warga setempat. Tak hanya itu, wanita asal Jawa Timur tersebut juga tercatat pernah membagi uang pada warga setempat sebesar Rp20 juta hingga Rp 25 juta.

"Jadi, dulu itu rumahnya belum semewah ini, masih biasa saja. Tapi sekitar setahu kemarin dia bangun rumah jadi besar seperti ini. Dalam bangun rumah ini pun ia membeli satu akses jalan warga yakni, Jalan Swadaya 7. Saat itu banyak warga yang menolak, tapi lambat laun setuju karena dikasih uang puluhan juta," kata pria berusia 40 tahun ini, Sabtu (14/7/2018).

Warga yang tinggal tepat di depan rumah mewah milik Eni Saragih itu menilai politikus Golkar itu berubah sejak menjadi anggota DPR. Salah satu perubahannya adalah rumahnya yang kini menjadi mewah dan besar.

"Dulu dia [Eni] dikenal seorang wanita yang ramah. Dia tinggal di sini dari tahun 1970 sama orang tuanya. Dulu itu rumahnya kecil seperti kontrakan biasa, terus dibangun agak besar dan sekarang dalam waktu singkat sejak jadi anggota dewan rumahnya langsung besar," ungkapnya panjang lebar.

rumah eni maulani saragih

Rumah megah miliki Eni Maulani Saragih Jalan Swadaya No.10, RT.4/4, Larangan Indah, Larangan, Tangerang. (Suara.com)

Tak hanya itu, di mata warga sekitar, keluarga Eni juga dikenal sebagai keluarga yang berkiprah di dunia politik. Dia makin dikenal setelah sang suami, Muhammad Al-Khaziqter, menang dalam pemilihan Bupati Temanggung periode 2018-2023. "Suaminya ini pas mau nyalon juga ngadain pengajian. Kita dapat bingkisan juga dan minta doain supaya suaminya bisa kepilih," ujarnya.

Rumah Eni Saragi tampak sepi dan tanpa penjagaan satpam. Rumahnya yang berada di pinggir jalan tersebut juga terlihat berbeda dari rumah lainnya lantaran megah dan memiliki arsitektur modern. Pagar tinggi kokoh berwarna coklat menambah kesan elegan pada rumah yang mayoritas berwarna cat putih tersebut.

Eni terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Jumat (13/7/2018) sekitar pukul 15.10 WIB di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham di Jakarta. Dalam OTT tersebut, KPK menyita uang senilai Rp500 juta.