Nipu, Pangeran Arab Abal-abal Kantongi Rp100 Miliar

Anthony Gignac, penipu mengaku sebagai Pangeran Arab (Odditycentral.com)
13 Juli 2018 00:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, FLORIDA – Seorang pria asal Florida, Amerika Serikat, Anthony Gignac, berhasil membawa lari uang jutaan dollar dengan cara unik. Anthony Gignac mendapatkan uang itu dengan cara berpura-pura sebagai pangeran sekaligus diplomat asal Arab Saudi.

Dilansir Oddity Central, Kamis (12/7/2018), Anthony Gignac akhirnya tertangkap setelah melakukan kesalahan dengan memakan makanan mengandung daging babi saat bertemu klien untuk mengurus bisnis. Akibatnya, aksi yang dijalankan sejak 2015 itu akhirnya berantakan.

Selama beraksi, Anthony Gignac berpura-pura sebagai Pangeran Arab Saudi yang kaya raya. Dia berhasil mengantongi lebih dari US$8 juta atau sekitar Rp100 miliar dari aksi penipuannya itu. Anthony Gignac juga memasang papan nama palsu di pintu masuk hunian mewahnya.

Berkat penipuan itu, Anthony Gignac benar-benar menikmati hidup mewah. Dia memiliki saldo jutaan dollar di rekening banknya. Sederet mobil mewah terparkir di garasi rumahnya. Dia juga selalu mengenakan pakaian serta aksesori mewah setiap kali bertemu klien.

Anthony Gignac selalu memamerkan gaya hidupnya yang mewah di Instagram. Namun, dia tidak pernah menunjukkan wajah aslinya. Itulah sebabnya aksi penipuan yang dilakukannya berjalan mulus selama dua tahun.

Guna melancarkan aksinya, Anthony Gignac seringkali memalsukan surat dari Bank of Dubai. Hal itu dilakukan untuk meyakinkan calon kliennya. Hebatnya lagi, Anthony Gignac sering bepergian naik jet pribadi, menginap di hotel mewah, dan mengaku kebal hukum.

Tapi, semua tipu daya yang dilakukan terbongkar saat Anthony Gignac mencoba menipu pengusaha real estate asal Miami, Amerika Serikat, Jeffrey Soffer. Saat itu, dia mengaku sebagai Pangeran Arab Saudi bernama Khalid bin Al Saud. Dia meminta Jeffrey Soffer menginvestasikan uang US$440 juta atau setara Rp6,4 triliun di salah satu hotelnya.

Jeffrey Soffer sempat meragukan status Anthony Gignac yang mengaku sebagai Putra Mahkota Arab Saudi. Akibatnya, dia diminta memberikan hadiah berupa gelang seharga US$50.000 atau Rp719 juta karena telah meragukan status pangeran.

Kecurigaan Jeffrey Soffer terkait identitas kliennya semakin menjadi saat melihat Anthony Gignac memakan hidangan mengandung daging babi. Jeffrey Soffer tahu betul seorang pangeran dari Arab Saudi tidak mungkin mengonsumsi daging babi. Jadi, dia meminta tim khusus untuk menyelidiki identitas si klien. Betapa terkejutnya dia jika rekan bisnisnya itu adalah seorang penipu.

Jeffre Soffer langsung melaporkan Anthony Gignac ke polisi hingga akhirnya ditangkap pada November 2017. Kini, Anthony Gignac mendekam di penjara Miami, Amerika Serikat. Dia mengaku bersalah karena telah menyamar sebagai pejabat pemerintah asing, memalsukan identitas, dan melakukan penipuan.