Gus Yahya: Tak Masalah Dibilang Kafir, Santai Saja

Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Youtube / AJCGlobal)
13 Juli 2018 04:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kunjungan Katib Aam Nahdatul Ulama (NU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya ke Israel beberapa waktu lalu membuatnya menjadi bahan gunjingan. Meski demikian, Yahya tak mempermasalahkan hal itu karena dirinya berbicara dalam forum di Israel itu demi kepentingan Palestina.

Yahya justru berpesan agar siapapun tidak tersinggung dengan tuduhan miring, bahkan tudingan kafir oleh kelompok tertentu sekalipun. Menurutnya, sebutan kafir tersebut tidak jadi masalah, asalkan tidak dimusuhi.

Tokopedia

"Tak masalah kok dibilang kafir, santai saja, asal jangan dimusuhi, asal haknya setara, tidak ada diskriminasi, dan penindasan," katanya di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia, Jl KH Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018), dilansir Suara.com.

Oleh karena itu, dia mengatakan sudah saatnya semua pihak membicarakan kafir dan nonkafir itu secara santai. "Bapak ibu yang saya hormati, baik kafir maupun nonkafir, saya kira kita sudah saatnya kita bicara kafir dan nonkafir secara santai," katanya.

Salah satu Dewan Pertimbangan Presiden ini menyebut, membicarakan kafir dan nonkafir tersebut menjadi relevan saat ini, karena sudah marak terjadi konflik yang mengatasnamakan agama. Dia mencontohkan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

"Kenapa ini menjadi relevan, karena melihat bahwa dalam sekian dekade terakhir, konflik-komflik yang marak di seluruh dunia. Kawasan Timur Tengah sampai hari ini semakin lama makin parah, semakin menegangkan. Konflik-konflik ini banyak diwarnai oleh konflik keagamaan," tandasnya.

Nama KH Yahya Cholil Staquf sempat menjadi perbimcangan publik ketika hadir dalam sebuah acara di Israel. Dia dinilai tidak mendukung Palestina yang sedang bermasalah dengan Israel.

Sumber : Suara.com