Dijanjikan Pekerjaan, Pasutri Selogiri Tertipu Puluhan Juta Rupiah

Ilustrasi penipuan (Solopos/Whisnu Paksa)
13 Juli 2018 10:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Aparat Polsek Selogiri, Wonogiri, mengungkap kasus penipuan bermodus menjanjikan bisa mencarikan pekerjaan di Bali. Korbannya pasangan suami istri warga Kadipaten, Jendi, Selogiri. Polisi sudah menangkap satu tersangka dan menyita beberapa kartu tanda penduduk (KTP) palsu.

Tersangka yang sudah ditangkap tersebut bernama Jhonny Sahertian alias Roni Armes, 45, warga Dusun Merta Rauh, Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali. Korbannya merupakan pasangan suami istri (pasutri), sang suami bernama Suwardi, 38.

Kapolsek Selogiri, AKP Sentot Ambar Wibowo, kepada Solopos.com, Kamis (12/7/2018), menyampaikan Jhonny Sahertian ditangkap di kawasan Condong Catur, DIY, Senin (9/7/2018) lalu. Polisi mengendus keberadaan Jhonny setelah menyelidiki kasus penipuan  tersebut selama lima hari.

Awalnya, korban, Suwardi, mengenal Jhonny melalui media sosial (medsos). Setelah hubungan di dunia maya keduanya cukup dekat, Jhonny menghubungi Suwardi. Jhonny mengaku bisa mencarikan pekerjaan untuk Suwardi dan istrinya sebagai penjaga vila dan tempat usaha binatu.

Namun, Jhonny memberi syarat Suwardi harus menstransfer Rp5 juta untuk mengurus segala sesuatu. Suwardi tergiur dan tak lama kemudian mentransfer uang sesuai jumlah yang diminta ke rekening bank Jhonny.

“Tersangka juga meminta SIM, KTP, dan akta kelahiran anak korban. Dia berdalih surat-surat itu akan digunakan untuk mengurus tempat tinggal dan sekolah anak korban. Korban pun menyerahkannya secara langsung di tempat indekos tersangka  di Solo,” kata Kapolsek mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Beberapa lama berselang Jhonny giliran meminta sepeda motor Suwardi. Dia berdalih akan mengirimkannya ke Bali agar bisa digunakan Suwardi setelah sampai di Pulau Dewata. Suwardi pun menyerahkan sepeda motornya.

Setelah semua yang diminta diserahkan, Jhonny tak kunjung memberi kejelasan soal pekerjaan yang dia tawarkan. Suwardi menghubunginya, tetapi nomor telepon Jhonny sudah tidak aktif.

Saat dicari di tempat indekosnya di Solo, Jhonny sudah tak berada di tempat. Menyadari dirinya menjadi korban penipuan, Suwardi melapor ke Polsek Selogiri, Rabu (4/7/2018) lalu. Atas kejadian tersebut Suwardi rugi lebih kurang Rp23 juta.

“Saat menggerebek tempat persembunyiannya di DIY, tim menyita Honda Vario berpelat nomor AD 2787 ADG milik korban, dua unit HP yang digunakan tersangka untuk berkomunikasi dengan korban, dua KTP palsu, dan buku rekening bank,” imbuh Kapolsek.

Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk menelusuri ada tidaknya korban lain. Tidak menutup kemungkinan tersangka beraksi di wilayah lain menggunakan KTP palsu. Kapolsek mengimbau masyarakat tak begitu saja percaya kepada orang yang menawarkan sesuatu, terlebih orang tersebut dikenal di medsos.



Tokopedia