Bupati Klaten Perintahkan Calon Sekdes Gadungan Dilantik

Ilustrasi perangkat desa. (Solopos/Dok)
13 Juli 2018 08:00 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten menginstruksikan agar Kepala Desa (Kades) Gadungan, Kecamatan Wedi, segera melantik sekretaris desa (sekdes) peraih nilai tertinggi dalam seleksi perangkat desa, 29 April lalu.

Seleksi calon Sekdes Gadungan  sempat bermasalah karena peserta yang meraih nilai tertinggi yakni Rivandia Yudha Pahlevy ditengarai mendapat bocoran soal ujian komputer. Rivandia kemudian mengundurkan diri dari pencalonan namun pada hari yang sama mencabut surat pengunduran diri itu karena merasa dalam tekanan saat mengajukan surat pengunduran diri.

Lalu berdasarkan rapat koordinasi dengan Pemkab Klaten pada 11 Mei diputuskan Rivandia tetap dilantik dan bila ada yang protes dipersilakan mengajukan gugutan hukum. Namun, hingga kini Rivandia tak kunjung dilantik.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan Pemerintah Desa Gadungan mengirim surat kepada Bupati berisi kesepakatan warga tidak akan ada pelantikan sekdes. Bupati membalas surat itu kepada Kades Gadungan. Isinya memerintahkan Kades melantik sekdes dengan nilai tertinggi.

“Pada intinya jawaban Bupati agar Kades melantik peserta yang meraih nilai tertinggi dan mempersilakan desa agar segera melantik,” kata Ronny saat ditemui wartawan di Kecamatan Kebonarum, Rabu (11/7/2018).

Ia menjelaskan pembahasan soal keputusan pelantikan itu cukup alot. Bupati juga mempertimbangkan aspek sosial termasuk keinginan warga dalam pertemuan terakhir yang digelar Mei lalu.

Ia menilai proses pelaksanaan ujian perangkat Desa Gadungan  sudah sesuai Perbup dan yang dilantik adalah peraih nilai tertinggi. “Sekarang bola ada di tangan Kepala Desa Gadungan, silakan menggelar pelantikan,” terang Ronny.

Proses penjaringan ulang seperti yang diminta warga, lanjut Ronny, hanya bisa dilaukan jika ada dua syarat, yakni tidak ada pendaftar atau hanya ada satu pendaftar. Kasus yang terjadi di Gadungan tidak memenuhi syarat sebagai diatur Perbup untuk digelar penjaringan ulang. “Yang di Gadungan sekdes sempat mengundurkan diri. Kemudian, surat pengunduran dirinya dicabut,” beber dia.

Ia berharap Kades Gadungan segera melantik sekdes mengingat posisinya yang vital dalam pemerintahan. Jika ada pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan pelantikan itu dipersilakan mengajukan gugatan hukum.

Warga Desa Gadungan, Agus Widodo H. S., mengatakan surat dari Bupati diterima Kades Gadungan pada Jumat. Surat itu sudah dibalas oleh Kades pada Selasa (10/7/2018). Kades menyatakan menolak melantik sekdes lantaran yang bersangkutan mengundurkan diri.

“Yang bersangkutan sudah mengundurkan diri. Kalau mau dilantik berarti dilantik yang peringkat dua,” kata dia.

Agus menyatakan warga Desa Gadungan  lebih memilih Kades melantik calon di peringkat sebab sekdes peringkat I mengundurkan diri. Yang bersangkutan mengundurkan diri dengan alasan ingin mengembangkan wirausaha.

Jika pengunduran diri dilakukan atas dasar paksaan, lanjut Agus, harus dibuktikan di persidangan. “Kalau warga memintanya yang dilantik yang peringkat dua karena yang peringkat I sudah mengundurkan diri. Kemudian, peringkat dua mendapatkan rekomendasi dari camat agar dilantik. Kalau pengunduran itu disebut-sebut karena ditekan pihak tertentu, silakan mengajukan gugatan hukum,” ujar Agus.

Sementara Kades Gadungan, Cahyo Herlambang Nusantara, belum dapat dimintai konfirmasi ihwal pelantikan calon sekdes tersebut.



Tokopedia