Minggu Pagi, Jokowi ke Sawahan Boyolali Resmikan Tol Soker

Kendaraan melintas di Gerbang Tol Colomadu, Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Minggu (17/6 - 2018). (Solopos/Iskandar)
13 Juli 2018 19:45 WIB Aries Susanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Jalur bebas hambatan tol Solo-Kertosono  (Soker) dari wilayah Colomadu-Boyolali-Sragen bakal diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (15/7/2018) pagi. Lokasi peresmian di gerbang tol Sawahan, Ngemplak, Boyolali.

Meski diresmikan, pengguna tol tidak langsung dikenai tarif saat melintas. Tarif tol baru berlaku mulai Selasa (17/7/2018) pukul 00.00 WIB.

Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayatno, menjelaskan ruas tol yang diresmikan Presiden Jokowi sepanjang 35 km mulai gerbang Tol Colomadu, Karanganyar, hingga gerbang tol Pungkruk, Sragen. Acara peresmian tol digelar di pintu gerbang Sawahan, Ngemplak, Boyalali, pukul 08.00 WIB.

"Sesuai rencana, Pak Jokowi bakal meresmikan Tol Soker  di Sawahan Boyolali. Untuk kepentingan sterilisasi dan keamanan, mulai nanti malam [Jumat] tol ditutup untuk umum," ujar David kepada Solopos.com, Jumat (13/7/2018).

Lebih jauh, David menjelaskan setelah tol diresmikan Presiden, tarif tol mulai diberlakukan resmi pada Selasa pukul 00.00 WIB. Semua pengguna Tol Soker dikenai tarif tol Rp1.000 per/km.

"Alat pembayarannya nontunai, yakni kartu e-tol. Kartu bisa didapatkan di sejumlah kantor perbankan, minimarket, dan gerbang tol," jelasnya.

Selain itu, sambung David, gerbang tol Kebakramat juga sudah bisa dioperasionalkan mulai Selasa nanti. Dengan demikian, warga bisa leluasa memilih pintu gerbang tol untuk keluar masuk.

David menambahkan akses tol menuju Ngawi ditarget kelar September tahun ini. Sementara ruas Salatiga-Boyolali-Solo-ditarget sudah bisa terhubung akhir Oktober tahun ini.

Menurut David, penyelesaian ruas Tol Sragen-Ngawi  masih terkendala pembebasan lahan di lima lokasi overpass. Hal itu mengakibatkan penyelesaian prasarana pendukung ruas jalan tol terhambat. "Doakan segera selesai pembebasan lahan ini sehingga target kami akhir September bisa kelar dan diresmikan," jelasnya.

Terkait perkembangan proyek ruas tol Salatiga-Boyolali, menurut David, saat ini sudah mencapai lebih 75%. Ditargetkan pembangunan jalan penghubung Solo-Semarang ini bisa selesai akhir Oktober 2018.

"Selanjutnya, November akan dilakukan uji kelayakan dan pada akhir 2018 sudah bisa dioperasionalkan," jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Solo, Bandoe Widiarto, menjelaskan untuk menyediakan kartu transaksi nontunai (e-Toll Card) Tol Soker, BI menggandeng enam perbankan, di antaranya Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, Bank BTN dan Bank Jawa Tengah (Jateng).