Konsol RSUD Sragen Rusak, Awas Tertimpa Reruntuhan!

Pengunjung RSUD Sragen melintas di samping gedung RSUD yang rusak, Jumat (13/7 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
13 Juli 2018 19:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Sejumlah konsol bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soehadi Prijonegoro Sragen yang dibangun  pada 2013 lalu runtuh. Konsol yang terbuat dari bahan campuran semen dan pasir itu ternyata tidak ada tulangnya.

Konsol yang runtuh terdapat di bangunan lantai II dan lantai III sehingga reruntuhan materialnya membahayakan pejalan kaki di bawahnya. Sejumlah bagian konsol yang runtuh itu berada di sisi barat dan selatan. Kali terakhir konsol itu runtuh pada Kamis (12/7/2018).

RSUD Sragen terdiri atas lantai basement untuk parkir kendaraan roda dua. Lantai I-III untuk pelayanan kesehatan mulai dari rawat jalan dan rawat inap. Di pinggir gedung sisi barat dipasang MMT kecil yang berisi imbauan agar tidak melintas di pinggir gedung karena rawan tertimpa reruntuhan material  konsol tersebut.

Seorang pengunjung RSUD Sragen asal Gemolong, Sragen, Ervani, 35, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (13/7/2018), mengaku miris melihat kondisi bangunan RSUD tersebut. Ia baru menyadari konsol bangunan runtuh ketika duduk-duduk di taman sisi barat dan melihat ke bangunan sisi atas.

“Konsol itu terbuat dari semen tetapi kok dalamnya kosong. Konsol itu hanya aksesori atau apa? Biasanya kalau konsol itu ada tulang besinya. Bangunan pelayanan masyarakat tetapi memprihatinkan,” ujar warga yang baru sekali itu berkunjung ke RSUD Sragen di Jl. Raya Sukowati, Nglorog, Sragen, tersebut.

Sementara itu, Direktur Umum RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dr. Udayanti, saat ditemui wartawan mengaku tidak tahu tentang perencanaan bangunan buatan 2013 itu karena saat duduk di direksi RSUD bangunan itu sudah ada. Udayanti mengaku sudah berkonsultasi ke Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto untuk menindaklanjuti kerusakan itu pada awal 2017.

“Sampai sekarang belum ada kebijakan anggaran perbaikan. Kami segera mengirim surat untuk menanyakan tindak lanjut rencana perbaikan. Kemungkinan konsol itu dipangkas semuanya. Untuk perencanannya harus menghitung dulu. Kami tidak paham teknis penghitungan bangunan. Kami menginginkan perbaikan itu secepatnya supaya tidak berisiko membahayakan pejalan kaki di bawahnya,” ujarnya.

Sebagai antisipasi, Udayanti menyampaikan sudah memasang rambu imbauan dan peringatan supaya warga tidak melintas di jalur yang memungkinan terkena reruntuhan material konsol. Di sisi lain, Udayanti harus memastikan status bangunan itu.

Dia mengatakan sampai sekarang bangunan  itu belum diserahkan asetnya dari Kementerian Kesehatan kepada RSUD Sragen. “Kami terus berkomunikasi untuk menanyakan status asetnya. Informasinya penghibahan aset ke Sragen itu harus dengan persetujuan Presiden. Nah, kalau nanti dibangun Pemkab Sragen wewenangnya bagaimana karena gedung itu masih aset Kemenkes,” tuturnya.

Udayanti mengantisipasi supaya kondisi kerusakan bangunan itu tidak berdampak pada pengunjung dan pasien. Teras di sisi barat sudah ditutup untuk pasien.



Tokopedia