Gemerlap Jembatan Bacem Sukoharjo Bikin Pengin Selfie

Jembatan Bacem tampak indah dengan lampu hias untuk memperingati HUT ke-72 Kabupaten Sukoharjo, Jumat (13/7 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
13 Juli 2018 20:40 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Suara bising dan deru kendaraan bermotor terdengar nyaring di pinggir Jembatan Bacem yang membentang di Sungai Bengawan Solo wilayah Telukan, Grogol, Sukoharjo, Jumat (13/7/2018) petang. Kerangka baja jembatan terlihat kokoh kendati sudah berumur lebih dari 30 tahun.

Jembatan itu menjadi akses utama masyarakat dari Solo-Sukoharjo-Wonogiri maupun sebaliknya. Jembatan Bacem atau yang lebih dikenal dengan Kreteg Bacem menyimpan cerita sejarah yang berhubungan erat dengan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Konon, puluhan anggota partai terlarang itu dibantai di sekitar jembatan itu. Tak ayal, kesan misteri dan horor menyelimuti Jembatan Bacem pada malam hari.

Kesan misteri itu terkikis sejak dua pekan lalu. Jembatan Bacem terlihat indah dengan gemerlap  lampu hias warna putih dan merah yang dililitkan di kedua sisi kerangka baja. Keindahan jembatan yang berbalut ornamen lampu makin cantik menjelang matahari terbenam.

“Jembatan Bacem bisa menjadi ikon Sukoharjo setelah dipasangi lampu hias. Dari kejauhan mirip jembatan-jembatan di Eropa,” kata seorang warga Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Muhammad Ismi, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (13/7/2018).

Kini, jembatan sepanjang lebih dari 50 meter ini menjadi daya tarik masyarakat maupun para pengguna jalan. Jembatan Bacem menawarkan spot foto kekinian dan berbeda dibanding objek wisata lain di Soloraya.

Latar belakang jembatan dengan garis lurus dan diagonal menjadi spot paling menarik yang diburu masyarakat. Mereka berdiri di ujung jembatan agar latar belakang kelap-kelip lampu hias terlihat.

“Warga tak lagi takut berjalan sendirian melewati jembatan pada malam hari. Justru warga sering mendatangi jembatan hanya untuk sekedar berswafoto,” ujar dia.

Tak sedikit pengguna sepeda motor yang berhenti di pinggir jembatan. Mereka lantas mengambil gadget dan mencari spot paling menarik untuk berswafoto. Bahkan, mereka rela menunggu puluhan menit untuk mendapatkan momen jembatan sepi dari pengguna kendaraan bermotor.

Sebagian pengguna jalan lain kerap menghabiskan waktu di pinggir jembatan sembari menikmati semilir angin malam. “Saya yakin Jembatan Bacem yang dihiasi lampu bakal menyedot para pengguna jalan. Ya hanya menonton  lampu hias jembatan, tak ada tujuan lain,” kata Amin, seorang pengguna jalan asal Desa Jangglengan, Nguter.

Sementara itu, Kepala Unit Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Dwi Yulianto, menyatakan pemasangan lampu hias di Jembatan Bacem untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kabupaten Sukoharjo. Jembatan Bacem merupakan aset milik Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

“Saya sudah meminta izin instansi terkait untuk memasang lampu hias di Jembatan Bacem. Pemasangan lampu hias di jembatan merupakan bagian dari proyek lanjutan lampu hias di pohon,” kata dia.



Tokopedia