PKL Sunday Market Manahan Solo Ditawari Pindah ke CFD

Suasana Sunday Market Manahan Solo. (Solopos/Dok)
13 Juli 2018 22:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perdagangan (Disdag) Solo mengarahkan para pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market Manahan  untuk pindah berjualan ke area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi maupun Jl. Ir. Juanda saat Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai mengerjakan proyek renovasi dan pengembangan Stadion Manahan.

Kepala Bidang (Kabid) PKL Disdag Solo, Didik Anggono, mengatakan Disdag telah memetakan lokasi di Kota Bengawan yang paling mungkin dipakai menampung PKL Sunday Market selama masa pengerjaan proyek renovasi dan pengembangan Stadion Manahan. Disdag menganggap area CFD Jl. Slamet Riyadi maupun Jl. Ir. Juanda adalah tempat yang paling cocok untuk lokasi berjualan seribuan PKL Sunday Market.

“Kami telah memantau kondisi Kota Solo sebagai langkah antisipasi manakala nanti diputuskan PKL Sunday Market tidak boleh berjualan lagi di Gelora Manahan. Kan otomatis mereka harus mendapatkan tempat pengganti. Yang kami lihat pas sesuai dari segi tempat dan jamnya adalah area CFD Jl. Slamet Riyadi atau Jl. Ir. Juanda,” kata Didik saat diwawancarai Solopos.com, Kamis (12/7/2018).

Didik menyampaikan Disdag perlu memberikan kepastian tempat pengganti agar PKL Sunday Market  tidak berjualan sembarangan setelah tidak diziinkan lagi menggelar dagangan di Gelora Manahan. Jika dibiarkan berjualan di sembarang tempat, keberadaan PKL berpotensi menganggu kenyamanan umum.

Disdag mengarahkan PKL untuk memilih pindah berjualan di dua tempat saja, yakni area CFD Jl. Slamet Riyadi atau area CFD Jl. Ir. Juanda, Kelurahan Pucangsawit, Jebres. “Ketika pindah ke area CFD, para PKL Sunday Market ini kami minta untuk bisa menyesuaikan diri. PKL selama berjualan di area CFD dilarang memasak di tempat, menggunakan lapak terlalu besar, dan harus selesai berjualan pada pukul 09.00 WIB. PKL tidak boleh berjualan melebihi jam tersebut karena akan mengganggu kenyaman warga,” jelas Didik.

Didik mengatakan jika ingin berjualan di area CFD Jl. Slamet Riyadi, PKL Sunday Market akan diarahkan menggelar dagangan di city walk ruas perempatan Gendengan-Purwosari. Ruas tersebut selama ini masih jarang digunakan PKL.

Sementara jika ingin berjualan di area CFD Jl. Ir. Juanda, para PKL Sunday Market  dipersilakan memilih tempat sendiri baik di timur maupun di barat Kantor Kelurahan Pucangsawit. PKL hanya diwanti-wanti tidak menyerebot tempat yang sudah dipakai PKL di kawasan itu.

“Kalau ke Mojosongo, sekarang tidak bisa. Lapangan Mojosongo sekarang sudah menjadi taman. Jadi tidak mungkin PKL kami arahkan pindah ke sana. Memang paling mungkin itu mereka diarahkan pindah ke area CFD. Untuk Alkid Keraton Solo, kami tidak punya kewenangan mengingat lokasi itu milik swasta,” terang Didik.

Ketua Serikat Pedagang Minggu Pagi Manahan (SPMPM) Sunday Market, Joko Santoso alias Yuli de Santos, enggan berkomentar soal rencana Pemkot mensterilkan Gelora Manahan selama masa pembangunan renovasi dan pengembangan Stadion Manahan. Dia ingin melihat perkembangan situasi di lapangan terlebih dahulu.

“Kami belum mendapatkan surat pemberitahuan resmi. Jadi kami menganggap belum ada kepastian. Tunggu hari Minggu besok. Apa ada surat yang dibagikan atau tidak?” ujar Yuli.