Flyover Purwosari Lurus, Begini Rencana MRLL dari Jl. Agus Salim

Perlintasan KA Purwosari Solo. (Solopos/Dok)
13 Juli 2018 18:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengkaji opsi pengalihan akses kendaraan berat dari Jl. Agus Salim ke Jl. Perintis Kemerdekaan selama dan sesudah pembangunan flyover di perlintasan kereta api (KA) Purwosari.

Opsi tersebut disiapkan seiring rencana pembangunan flyover (jalan layang) Purwosari yang akhirnya diputuskan didesain berbentuk 'I' atau lurus. Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan kajian manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) segera dikerjakan. Kajian akan meliputi rekayasa lalu lintas selama proyek pembangunan jalan layang berjalan maupun setelah dibangun dan dioperasionalkan.

Kajian arus lalu lintas itu termasuk akses kendaraan berat dari Jl. Agus Salim. “Flyover Purwosari sudah diputuskan berbentuk ‘I’, jadi untuk akses kendaraan dari Jl. Agus Salim nanti bisa dialihkan ke Jl. Perintis Kemerdekaan,” kata Rudy sapaan akrabnya ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Kamis (12/7/2018).

Selama ini Jl. Agus Salim mengakomodasi kendaraan yang melintas dari arah selatan ke utara atau dari Jl. dr. Radjiman menuju Jl. Slamet Riyadi melewati perlintasan sebidang Purwosari. Namun, karena perlintasan sebidang Purwosari akan ditutup seiring dibangunkannya flyover di kawasan tersebut, otomatis akses kendaraan dari Jl. Agus Salim tidak bisa lagi menuju Jl. Ahmad Yani dan sebaliknya akan mengalami kesulitan.

Kendaraan harus berputar menuju jalur masuk flyover di simpang empat Purwosari. “Nanti Jl. Perintis Kemerdekaan bisa dilebarkan. Tapi semuanya tunggu hasil kajian rekayasa lalu lintasnya,” katanya.

Sosialisasi kepada masyarakat terdampak akan tetap dilakukan kendati tahapan sosialisasi tersebut sebenarnya sudah dilakukan saat penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL/UPL). Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Jawa Tengah mulai menyiapkan tahapan pembangunan jalan layang Purwosari.

Izin kontrak tahun jamak (multiyears) sudah diajukan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kepala Satker P2JN Aris Rudianto mengatakan izin kontrak tahun jamak diperlukan karena proses pendirian jalan layang diprediksi tidak selesai hingga akhir 2018.

“Proyeknya kan kemungkinan dimulai akhir tahun ini dan pengerjaannya butuh waktu delapan bulan,” katanya.

Dia mengatakan lelang baru akan digelar setelah izin multiyears disetujui Kemenkeu. Ihwal prediksi kebutuhan anggaran pembangunan jalan layang Purwosari, Aris mengaku belum bisa memastikannya.

“Sekarang masih ada sinkronisasi desain. Jadi belum tahu kebutuhan anggarannya berapa. Tapi yang jelas anggaran pembangunan sepenuhnya ditanggung APBN,” katanya.