Penulis Kontroversial Harun Yahya Ditangkap

Adnan Oktar alias Harun Yahya (Reuters)
12 Juli 2018 15:10 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, ISTANBUL Penulis kontroversial, Adnan Oktar alias Harun Yahya, diamankan Kepolisian Istanbul, Turki, Rabu (11/7/2018). Dia ditangkap bersama 235 pengikutnya atas berbagai tuduhan, termasuk membentuk geng kriminal, melakukan penipuan, serta pelecehan seksual.

Dikutip dari Hurriyet Daily, Kamis (12/7/2018), penangkapan Harun Yahya dilakukan dalam penggerebekan yang dilakukan di lima provinsi di Turki. Harun Yahya dan sejumlah pengikutnya ditangkap dalam operasi penggerebekan di kediamannya di kawasan Cengelkoy, Turki. Polisi mengamankan senjata api, pelindung tubuh, dan kendaraan lapis baja dari rumah tersebut.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Anadolu, nama Harun Yahya masuk dalam daftar buronan pemerintah Turki. Dia dan pengikutnya dituduh melakukan beberapa kejahatan, termasuk mendirikan organisasi kriminal, pelecehan seksual anak, penculikan, dan pelanggaran hukum lainnya.

Dilansir Daily Sabah, Adnan Oktar, 62, dikenal lewat serangkaian buku menantang teori evolusi, yang ditulis dengan nama samarannya Harun Yahya. Dia ditangkap pertama kali pada 1980-an karena mempromosikan teokrasi. Namun, dia dibebaskan karena mengalami gangguan jiwa. Dia kemudian menghabiskan waktu selama 10 bulan di rumah sakit jiwa untuk menjalani perawatan.

Setelah dibebaskan, Adnan Oktar mendirikan sebuah yayasan pada 1995 dan mulai menerbitkan buku-buku tentang kreasionisme dengan nama pena Harun Yahya. Seiring berjalannya waktu, dia menjadi pembawa acara di stasiun TV, A9, pada 2011. Melalui saluran itu, ia menjalankan sebuah acara yang membahas isu-isu agama dan sosial, sementara dirinya dikelilingi perempuan yang disebut sebagai peliharaannya. Namun acara TV anehnya itu menimbulkan kontroversi dan menjadi topik perbincangan di Internet.

Kontroversi soal Harun Yahya makin ramai seiring dengan kegiatan kelompoknya yang aneh, seperti penari berpakaian minim tampil saat dia berpidato tentang agama. Acaranya bahkan sering menerima keluhan yang dilaporkan ke pengawas TV di Turki.

Pada Februari 2018 lalu, pengawas televisi Turki menghentikan program televisi yang diselenggarakan Oktar, yang memadukan diskusi dan tarian teologis. Pengawas mengatakan hal itu melanggar kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.

 

Tokopedia