Mardani: PKS Mau Terima Ahok Jika Bertobat

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (dari kiri) bersama Veronica Tan, dan anak pertamanya Nicolas Sean memperlihatkan kertas suara sebelum memberikan hak pilih di TPS 054 Pantai Mutiara, Jakarta Utara. (Bisnis/Dedi Gunawan)
12 Juli 2018 22:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menarik perhatian publik pekan ini. Sempat dikabarkan bakal bebas bersyarat dari masa hukumannya pada awal Agustus 2018 mendatang, Ahok disebut-sebut memutuskan tak menerimanya.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi salah satu partai utama pendukung rival Ahok—Anies Baswedan – Sandiaga Uno— di Pilkada Jakarta 2017, mengapresiasinya. "Pak Ahok kami apresiasi. Memang dia sudah melalui jalannya," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera di Workroom Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018), dilansir Suara.com.

Mardani mengatakan, pihaknya akan mendoakan Ahok untuk kembali menjalani aktivitasnya. Dia juga berharap, Ahok tetap dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. "Kami mendoakan yang terbaik buat Pak Ahok, segera menikah katanya, dan terus berkontribusi bagi bangsa dan negara," katanya.

Namun, saat ditanya apakah PKS siap menampung Ahok saat sudah keluar dari penjara, Mardani tidak mempermasalahkannya. Dia mengatakan, semua orang yang baik dan sudah bertobat akan selalu mendapat tempat di PKS. "Ya kalau orang sudah tobat kan bersih, PKS selalu terima, orang yang tobat, baik," tandasnya.

Ahok adalah terpidana dalam kasus penistaan agama. Dia divonis penjara selama dua tahun, meskipun tuntutannya hanya satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun oleh jaksa penuntut umum.

Kasus tersebut terjadi sebelum Ahok berlaga dalam Pilkada Jakarta. Pada pilkada tersebut, Ahok sempat unggul pada putaran pertama, namun kalah pada putaran kedua.

Sebelumnya, kuasa hukum Ahok menyatakan Ahok berpeluang mendapatkan pembebasan bersyarat setelah menjalani 2/3 masa hukumannya. Namun, Kemenkumham belum menerima permohonan atau usulan pembebasan bersyarat itu.

"Belum dapat dipastikan Pak Ahok akan bebas bersyarat bulan Agustus," kata Hubungan Masyarakat Dirjen Pas Kemenkumham, Ade Kusmanto, saat dihubungi Suara.com, Rabu (11/7/2018).

Ade menyebut belum ada laporan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas 1 Cipinang Jakarta Timur yang mengusulkan narapidana dalam kasus penodaan agama tersebut dapat bebas bersyarat bulan Agustus. Ade menyebut ada tahapan - tahapan atau persyaratan bila memang Ahok mendapatkan pembebasan bersyarat. Beberapa di antaranya berkelakuan baik dan telah menjalani 2/3 masa hukuman.

"Karena sampai saat ini, LP 1 Cipinang belum mengusulkan pembebasan bersyarat Pak Ahok baik secara online maupun manual ke Ditjenpas," ujar Ade.

 

Tokopedia

Sumber : Suara.com