Cari Aman, Demokrat Tunggu Manuver Jokowi & Prabowo

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Presiden Jokowi dalam Rapimnas Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (10/3 - 2018). (Antara/Yulius Satria Wijaya)
12 Juli 2018 19:59 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mengakui pilihan koalisi partainya akan ditentukan pada menit terakhir setelah membaca dan mengintip perkembangan cawapres yang akan dipasangkan dengan Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto.

“Demokrat bisa koalisi dengan salah satu dari kedua capres atau membentuk poros ketiga,” ujar Hinca, Kamis (12/7/2018). Menurutnya, perkembangan politik kini makin cair karena salah satu capres yang didukung koalisi parpol oposisi belum dideklarasikan.

"Kalau sudah ada yang deklarasi maka kaolisi itu akan makin konkret sehingga Demokrat punya pilihan,” kata Hinca di Kompleks Parlemen, Kamis (12/7/2018). Menurut Hinca, kalau pendaftaran paslon capres-cawapres ke KPU di last minutes , 10 Agustus maka kerja-kerja politik akan makin keras.

Namun lanjut Hinca, pihaknya sudah punya pengalaman DKI Jakarta ketika penetapan pasangan cagub-cawagub Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)–Silvia Murni yang diputuskan pada 23 September 2017. Padahal, pada Jumat pukul 00.00 WIB itu sudah penutupan.

“Jadi, saat ini kita saling intip,” ujarnya.

Selain itu, dia berharap Jokowi tidak melawan kotak kosong. Sebab, kata dia, kotak kosong bisa menjadi ancaman demokrasi. “Kasus pilkada kota Makassar harus menjadi pelajaran, sungguh mencederai demokrasi kalau terbukti kotak kosong yang menang,” ujar Hinca.

Untuk itu, sebelum menentukan koalisi tersebut kata Hinca, Demokrat pada 23 Juli 2018 nanti akan mengumpulkan DPC-DPC Demokrat seluruh Indonesia, guna mendengar suara rakyat dari bawah.

“Setiap DPC akan menyampaikan aspirasinya tentang siapa capres-cawapres yang akan didukung oleh rakyat. Jadi, Demokrat akan mendengar suara dari bawah dulu sebelum menmutuskan koalisi, dan saat ini politiknya masih cair,” ujarnya.