Koalisi Gerindra Dipastikan Pekan Depan, PAN-Demokrat Masih Bisa Kanan-Kiri

Prabowo Subianto disaksikan Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo menyampaikan orasi kemenangan Pilkada Jakarta, Rabu (19/4 - 2017). (Bisnis/Dedi Gunawan)
12 Juli 2018 19:30 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Meski PKS menjadi partai pengusung Anies Baswedan saat Pilkada Jakarta, namun belum ada pembahasan intensif soal peluang Gubernur DKI Jakarta itu untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto. Koalisi Gerindra baru akan dipastikan pekan depan.

Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan hingga kini belum ada komunikasi intensif untuk membahas calon alternatif selain sembilan nama yang telah disodorkan PKS. Anies hingga kini masih menjadi calon alternatif bagi PKS untuk dijadikan sebagai pendamping Prabowo.

Menurutnya, harus ada komunikasi yang intensif dengan mitra koalisi, lantaran Gerindra hanya memiliki 13% suara. "Pasti akan bicara dengan mitra koalisi karena Gerindra cuma 13% suara," kata Sohibul kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Syarat untuk mengajukan calon presiden parpol atau gabungan parpol sedikitnya harus menguasai 20% suara sah hasil Pemilu 2014. Sohibul mengatakan dalam politik tak ada saling paksa, harus bicara di atas meja dan harus disepakati. Politik itu tidak bisa berandai-andai, harus realitas," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan bahwa Gerindra dan partainya akan melakukan pengukuhan koalisi pada pekan depan. "Pekan depan mudah-mudahan," kata Mardani, Kamis (12/7/2018).

PKS juga memberi kesempatan bagi partai lain untuk bergabung dengan koalisi PKS dan Gerindra seperti Partai Demokrat dan PAN. "Termasuk dengan PAN, Demokrat juga masih menjajaki beberapa, jadi PAN masih bisa ke kiri ke kanan, walaupun beratnya ke kanan. Menurut saya kalau PAN itu udah 60-40 kalau Demokrtat itu 50-50 masih," katanya.

Tokopedia