PKB Tolak Mahfud MD Cawapres Jokowi, Alasannya Bukan NU Tulen

Mahfud MD berceramah dalam Seminar Nasional Perspektif Hadratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy'ari dan K.H. Ahmad Dahlan terhadap Politisasi Agama di Gedung Induk Siti Walidah, kompleks UMS, Pabelan, Sukoharjo, Sabtu (31/3 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
12 Juli 2018 18:30 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menolak kemungkinan Mahfud MD menjadi cawapres Joko Widodo (Jokowi). Mereka beralasan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu dinilai tidak mewakili kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

Mahfud sendiri sebenarnya pernah dijagokan sebagai calon presiden oleh PKB pada Pemilu 2014 silam. Sedangkan dari kubu Jokowi saat itu nama Mahfud juga masuk bursa cawapres bersama Jusuf Kalla (JK) dan Ketua KPK saat itu, Abraham Samad.

“Pak Mahfud memang tidak mewakili NU, sehingga tidak mempunyai efek elektoral keterpilihan bagi warga NU atau Nahdliyin. Sementara para kiai NU sudah memberi mandat kepada Cak Imin,” kata Ketua DPP yang juga Sekretaris Fraksi PKB di DPR, Jazilul Fawaid, Kamis (12/7/2018).

PKB, kata Jazilul, mengklaim sudah pernah mensimulasikan Mahfud di basis massa PKB dan NU. Hasilnya, banyak warga NU yang tak mengharapkan Mahfud menjadi cawapres, karena bukan tokoh NU tulen. “Pada prinsipnya cawapres Jokowi harus mempertimbangkan usulan partai koalisi, termasuk PKB. Kalau memaksakan Pak Mahfud, arus bawah bisa lari," katanya.

Karena itu Wakil Ketua Banggar DPR itu menyarankan kalau ingin menang di Pilpres 2019, sebaiknya Pak Jokowi tidak melawan arus bawah Nahdliyin. "Jadi, kalau Pak Jokowi ingin menang pilih cawapres yang tidak bertentangan dengan arus bawah di NU," ujar anggota Komisi III DPR itu.

Menurut dia cawapres itu harus memenuhi tiga syarat, yaitu melengkapi kekuarangan Pak Jokowi, mempunyai basis massa dan partai politik, dan harus mendulang suara, bukan menggerus.

Pernyataan sedikit berbeda dikatakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Dia mengatakan PKB tidak menerima atau menolak Mahfud MD. Menurutnya, semua nama cawapres sudah ada di kantong presiden. “Semua belum tahu siapa itu, tapi kita tunggu saja," kata Muhaimin.

Cak Imin menceritakan pertemuan dirinya dengan Presiden Jokowi pada Rabu kemarin. Dia mengatakan, pertemuan itu membahas masalah cawapres.

"Pertemuan itu memang berdiskusi di antaranya soal wapres, kesimpulannya wapres terus akan digodok di matrikulasi, siapa yang paling punya kemistri, siapa yang punya saja kontribusi elektoral kepada Pak Jokowi," katanya.

Dirinya juga tidak mau berandai-andai jika pada akhirnya Jokowi tidak memilih dirinya sebagai cawapresnya. Cak Imin masi tetap optimis akan dipilih mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai cawapres.