Diisukan Terdepak, Cak Imin Emoh Bayangkan Gagal Jadi Cawapres Jokowi

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berbincang dengan Syafii Maarif di Nogotirto, Gamping, Sleman, Minggu (1/4/2018) - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
12 Juli 2018 17:38 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Meski beredar isu dirinya terpental dari bursa calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengklaim masih optimistis. Dia enggan membayangkan apabila nanti Jokowi tidak memilihnya sebagai cawapres.

Cak Imin mengatakan hingga dirinya masih mempertahankan Jokowi - Cak Imin (Join). Ia meminta kepada publik untuk menunggu sebab keputusan Jokowi masih jauh dari kata final. "Jangan bicara nanti, tunggu saja. Pokoknya sampai hari ini kiai-kiai dan kita semua tetap pada Join," kata Cak Imin di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Kamis (12/7/2018), dilansir Suara.com.

Ia pun membantah bila PKB akan keluar dari koalisi dan kemudian membuat poros ketiga bersama dengan Partai Demokrat dan Partai Golkar. "Belum ada peluang belum ada skenario. Hanya satu yang sedang kami kembangkan, Join," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Junimart Girsang sempat membocorkan daftar cawapres dalam kantong Jokowi beberapa waktu lalu. Meski tak membeberkan siapa siapa saja tokoh yang masuk ke dalam daftar, namun Junimart memastikan bahwa tidak ada nama Cak Imin dalam daftar kecil Jokowi.

Cak Imin bisa jadi yang paling terbuka mengumumkan keinginannya menjadi cawapres Jokowi. Itu dia promosikan di berbagai kesempatan. Bahkan Cak Imin sudah membuat jargon Join atau Jokowi - Cak Imin jika memang dipilih Jokowi. Cak Imin juga membuat posko-posko dan membentuk relawan Join. Meski belum tentu dia yang dipilih.

Di samping Cak Imin, ada tokoh lain dalam bursa cawapres Jokowi yang juga kader NU, yaitu Mahfud MD. Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, mengatakan munculnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjadi pesaing PKB dalam mengegolkan Cak Imin.

"Mahfud bisa saja jadi cawapres, cuma kan dia ini belum tentu serta merta didukung PKB," ujar Ray kepada Bisnis/JIBI. Apalagi, partai yang dikenal memiliki basis massa pendukung dari Nahdlatul Ulama (NU) itu sudah mendeklarasikan Cak Imin sebagai kandidat calon wakil presiden Jokowi.

"Mahfud ini kemudian jadi kompetitornya Cak Imin. PKB bisa menganggap dia menjadi penghambat," ujar Ray.

Tokopedia