Mahfud MD Menguat, PKB Tekan Jokowi Pilih Cak Imin

Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berbincang di panggung kampanye Gus Ipul-Puti di Lapangan Gulun, Kota Madiun, Kamis (21/6 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
12 Juli 2018 17:20 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Munculnya nama Mahfud MD sebagai cawapres mulai memunculkan gesekan baik di internal partai maupun antar parpol koalisi sendiri. Politikus PDIP, Eva Kusuma Sundari, mengakui bahwa ada tekanan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke Joko Widodo (Jokowi) agar memilih Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapresnya.

Dia mengakui tekanan itu memang tidak secara langsung. Akan tetapi, apa yang dirasakan Eva itu adalah bahasa ancaman yang digunakan. PDIP, kata dia, tidak menyoal adanya tekanan dari partai-partai lain agar memilih cawapres. Namun, Eva menyakini Jokowi sudah mempunyai kriteria sendiri sosok yang pantas mendampinginya.

"Boleh mengusulkan dan boleh lakukan tekanan tapi beri ruang cukup bagi Jokowi untuk pilih yang chemistry pas, kebutuhan sesuai dengan yang dihadapi Jokowi," katanya.

Dari internal partai, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR, Jazilul Fawaid, mengisyaratkan tidak setuju dengan pencawapresan Mahfud. Alasannya PKB sudah memutuskan Cak Imin menjadi cawapres pendamping Jokowi.

Bahkan dia mengatakan kalau nama Mahfud MD dimunculkan, maka sebaiknya diadu saja elektabilitasnya dengan Cak Imin melalui sebuah survei. “Kan bisa dilempar ke lembaga survei," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Kamis (12/7/2018).

Lebih jauh, Jazilul mengatakan pihaknya saat ini masih setia menunggu janji Jokowi untuk membahas bakal calon wapres pendampingnya bersama semua parpol pendukung. "Begini, PKB kan tetap mempunyai aspirasi mandat Jokowi-Cak Imin. Soal nanti tak jadi, seperti apa [sikap PKB] belum kita pikirkan, belum ada diskusi," katanya.

Sementara itu, pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, mengatakan PKB belum tentu merestui penunjukan Mahfud sebagai pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019.

"Mahfud bisa saja jadi cawapres, cuma kan dia ini belum tentu serta merta didukung PKB," ujar Ray. Apalagi, partai yang dikenal memiliki basis massa pendukung dari Nahdlatul Ulama (NU) itu sudah mendeklarasikan Cak Imin sebagai kandidat calon wakil presiden Jokowi.

"Mahfud ini kemudian jadi kompetitornya Cak Imin. PKB bisa menganggap dia menjadi penghambat," ujar Ray.

Terlepas dari persoalan PKB tersebut, Ray berpendapat jejak rekam karier Mahfud di pemerintahan menjadi salah satu keunggulannya. Mantan anggota DPR tersebut pantas dilirik menjadi pendamping Jokowi karena berpengalaman di ranah lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Sementara itu, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan empat  nama kandidat cawapres Jokowi. Dari keempatnya, tidak ada satupun nama dari parpol termasuk Cak Imin. Mereka adalah Mahfud MD, Moeldoko, Tuan Guru Bajang, dan Sri Mulyani yang beredar belakangan ini.