Gunung Anak Krakatau Meletus 56 Kali, Status Tetap Waspada

Gunung Anak Krakatau (Istimewa / BNPB)
12 Juli 2018 16:37 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

 

Solopos.com, JAKARTA -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Anak Krakatau meletus sebanyak 56 kali dengan tinggi kolom abu bervarasi 200 meter hingga 1.000 meter di atas puncak kawah. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan durasi letusan 20-100 detik.

"Letusan disertai lontaran abu vulkanik, pasir dan suara dentuman. Secara visual pada malam hari teramati sinar api dan guguran lava pijar. Embusan 141 kejadian dengan durasi 20-172 detik," katanya kepada wartawan melalui pesan instan, Kamis (12/7/2018).

Sebelumnya, pada Selasa (10/7/2018) lalu, Gunung Anak Krakatau meletus sebanyak 99 kali kejadian dengan amplitudo 18-54 mm dan durasi letusan 20-102 detik. Sutopo menjelaskan embusan tercatat 197 kali dengan durasi 16-93 detik. Letusan disertai suara dentuman sebanyak 10 kali yang menyebabkan kaca pos pengamatan gunung bergetar.

Berdasarkan data yang dia miliki, banyaknya letusan ini sesungguhnya sudah berlangsung sejak 18 Juni 2018 dan menunjukkan Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

Ada pergerakan magma ke luar permukaan sehingga terjadi letusan. Namun demikian status Gunung Anak Krakatau tetap Waspada atau di level 2 yang berarti tidak ada peningkatan status gunung.

Status Waspada ditetapkan sejak awal 2012 hingga sekarang. Status Waspada artinya aktivitas vulkanik di atas normal sehingga terjadinya letusan dapat terjadi kapan saja. Tidak membahayakan selama masyarakat tidak melakukan aktivitasnya di dalam radius 1 km.

Sutopo menambahkan letusan Anak Krakatau yang melontarkan abu vulkanik dan pasir tidak membahayakan penerbangan pesawat terbang. Jalur pelayaran di Selat Sunda pun tetap aman. Letusan juga tidak berbahaya selama berada di luar radius 1 km dari puncak kawah.

Dia mengimbau masyarakat tetap tenang. BPBD Provinsi Banten, BPBD Provinsi Lampung, PVMBG, dan BKSDA telah melakukan langkah antisipasi.

"Yang penting masyarakat mematuhi rekomendasi tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1 km dari puncak kawah. Di luar itu aman. Justru dapat menikmati fenomena erupsi Gunung Anak Krakatau dari tempat aman," tutupnya.