4 Nama Ini yang Sedang Dipilah Jadi Cawapres Jokowi

Presiden Jokowi menghadiri Rembuk Nasional Aktivis 98, yang digelar di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/7 - 2018) petang. (Istimewa/Setkab)
12 Juli 2018 16:20 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — PDIP telah mengisyaratkan nama-nama calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) sudah diketahui oleh para ketua partai politik pendukung pemerintah. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto memastikan semua nama cawapres yang sudah dikantongi Presiden Joko Widodo telah didukung oleh semua partai politik koalisi.

Pernyataan itu sekaligus menampik ada masalah di kalangan partai koalisi terkait nama cawapres. Menurutnya, pengumuman atas siapa yang akan dipilh Jokowi sebagai cawapres hanya tinggal menunggu momentum yang tepat. Dengan demikian maka jalannya Pilpres 2019 akan dinamis. "Kan untuk memilih pemimpin untuk rakyat harus satu suara ya," kata Hasto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Hasto mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya masih memilah nama-nama kandidat cawapres Jokowi seperti Mahfud MD, Moeldoko, Tuan Guru Bajang, dan Sri Mulyani yang beredar belakangan ini.

Sementara itu, Sekretaris Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyrul Falah Amru menilai sosok Mahfud MD akan memperkuat kekuatan elektoral Jokowi jika dipiliah sebagai cawapres. Bahkan, Mahfud lebih mudah diterima semuah pihak dibanding Muhammad Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang/TGB).

"Mahfud bisa memperkuat kekuatan elektoral Jokowi. Jika dipilih jadi cawapres Jokowi, beliau bisa mempertahankan ritme kerja sebagai seorang pemikir yang berani karena bersih," kata Nasyrul.

Menurut dia, selama ini sosok Mahfud dikenal sebagai orang yang bersih dari pelanggaran hukum karena tidak pernah terlibat kasus korupsi. Selain itu dia berpengalaman di pemerintahan karena pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Selain itu, dia menilai Mahfud sebagai negarawan yang banyak mencurahkan pemikirannya untuk persatuan dan kepentingan umat.

"Mahfud berpeluang menjadi cawapres Jokowi dari kalangan nonparpol. Popularitas Mahfud terus naik dan sosoknya lebih mudah diterima semua pihak dibanding kandidat cawapres lainnya seperti Tuan Guru Bajang M Zainul Majdi, dan Chairul Tanjung," ujarnya.

Hal itu menurut dia, karena TGB merupakan Gubernur NTB dan juga kader Partai Demokrat, sedangkan Chairul Tanjung memiliki pertalian dengan Demokrat karena pernah menjadi menteri pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Jokowi pasti sudah melakukan komunikasi intens dalam memilih figur yang terbaik untuk menyejahterakan rakyat," katanya.

Tokopedia
Kolom 26 minutes ago

Efek Ekor Jas