Profil Purwanto Yudhonagoro, Utamakan Etika

Profil Purwanto Yudhonagoro (Solopos/Whisnupaksa)
11 Juli 2018 20:19 WIB Spa Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Setelah dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu 2019, Partai Berkarya yang didirikan pada 2016 oleh putra presiden kedua RI Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto ini pun siap menghadapi tahun politik pada 2019.

Di Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah ini, Partai Berkarya telah menyiapkan kadernya untuk merebut kursi anggota legislatif DPR RI. Dia adalah Purwanto Yudhonagoro, SE M. Par, CHA. Pria yang sekarang menjabat sebagai Direktur PT. Hotel Anomsolo Saranatama (HAS) dan Direktur Utama PT. Lor Internasional Hotel ini bakal bertarung memperebutkan suara di Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Solo.

Purwanto mengaku tak takut bertarung di Dapil yang dia sebut neraka. Sebagai caleg asli putra Solo, dia yakin bisa meraih suara dari masyarakat.

“Dapil V adalah dapil neraka tapi saya enggak gentar. Saya adalah pendatang baru dan tidak gentar dengan incumbent. Sekarang rakyat sudah pandai dan berpikir Caleg mana yang terbaik untuk mereka,” katanya di Lorin Solo Hotel, Selasa (10/7).

Dirut PT. Lor Internasional Hotel Solo, Purwanto (Istimewa)

Purwanto mengaku tidak memiliki beban moral apapun saat mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI. “Saya juga enggak memiliki beban moral apapun, sehingga jika terpilih, alhamdulillah. Karakter saya adalah komitmen dan berkualitas dan saya akan menepati komitmen ini. Saya adalah putra daerah, tangga dewe, dulur dewe [tetangga sendiri, saudara sendiri]Sebagai putra daerah pasti saya mengutamakan aspirasi masyarakat dan saya sangat berkomitmen dengan hal ini,” tuturnya.

Purwanto yang juga menjabat sebagai Wakil Bendaraha Umum DPP Partai Berkarya ini memiliki filosofi semua orang adalah sahabatnya. Oleh sebab itu, dia memberikan nama simpul relawannya Sahabat Purwanto.

Purwanto mengaku terketuk untuk maju menjadi Caleg DPR RI karena kondisi negara yang tengah kalut. Kasus korupsi meraja lela, dari legislatif, eksekutif, yudikatif bahkan sampai ke penegak hukum. Dia juga prihatin dengan cara berpolitik yang menghalalkan segala cara.

“Kasus korupsi, kejahatan narkoba dan lainnya sekarang begitu masif, enggak seperti dahulu lagi. Kondisi bangsa saat ini karut marut. Jika mental dan moral penyelenggara negara masih seperti sekarang, pasti repot,” katanya.

Dia juga menyoroti pembangunan yang dilakukan pemerintah tanpa pedoman perencanaan yang matang. “Berbeda dengan dulu yang ada  Repelita [Rencana Pembangunan Lima Tahun] dan GBHN [Garis-Garis Besar Haluan Negara],” lanjut pria yang lama berkecimpung di industri pariwisata ini.

Purwanto ingin mengajak masyarakat dan tokoh-tokoh parpol agar berpolitik dengan santun dan beretika. Dengan demikian, moral dan mental bangsa bisa terus membaik. “Saya ingin mengajak berpolitik dengan cara yang santun. Menghargai dan menghormati orang lain, tidak gontok-gontokan dan saling memfitnah dan menyebar berita hoax. Mari memperbaiki diri mulai dari diri sendiri dengan tidak menghujat dan menjelekkan orang lain,” ajaknya.

Pria yang tengah menempuh pendidikan doktor di Universitas Sebelas Maret (UNS) ini mengajak masyarakat dan tokoh politik untuk menyuarakan kebenaran dan realita yang ada. Selain itu juga memecahkan permasalahan dengan solusi yang tepat.

Purwanto ingin mengisi sisa hidupnya dengan hal yang bermanfaat untuk orang lain. “Maka dari embrio kecil ini kami ingin memberikan pemahaman berpolitik yang santun. Bagaimanapun juga yang kurang baik nanti akan terseleksi alam dan muncul bibit baru yang berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” paparnya. (*)