Modus Kotor Terbongkar, Begal Motor Tuduh Korbannya Remas Payudara Perempuan

ilustrasi pembegalan. (Liputan6.com)
11 Juli 2018 17:33 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Aksi begal motor di wilayah Jakarta dengan modus kotor -- yaitu menuduh korbannya pernah meremas payudara perempuan -- terbongkar. Aparat Polda Metro Jaya akhirnya menghentikan mereka dengan timah panas.

Dua dari tiga pelaku begal bermodus tuduh korban meremas payudara perempuan itu ditembak lantaran dianggap melawan ketika ditangkap polisi. Polisi bahkan menembak kedua kaki Ahmad Stofian, 22, yang berperan sebagai eksektor dalam kasus begal yang menimpa warga bernama Alif Jaja Taufik Ramadhan.

"[Ahmad] Luka tembak pada bagian kaki kanan dan kiri," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, Rabu (11/7/2018), dilansir Suara.com.

Sedangkan pelaku lain yang ikut dilumpuhkan polisi adalah Karno alias Tato, 34, yang berperan sebagai penadah dari hasil kasus begal bermodus menuduh korban meremas payudara wanita.

Selain Ahmad dan Karno, polisi juga meringkus seorang pemuda bernama Arif Aquruddin, 21, karena turun terlibat dalam kasus pembegalan tersebut. Peran Arif dalam kasus ini membonceng Ahmad saat melancarkan aksi kejahatan.

Secara terpisah, Kanit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Guruh Candra Kencana, mengatakan para pelaku ditangkap di sejumlah lokasi berbeda di Jakarta. "Iya semua pelaku ditangkap di Jakarta, tapi lokasinya berbeda," kata Guruh.

Dalam kasus pengungkapan kasus ini, polisi menyita sepeda motor Honda Vario dan sebuah telepon genggam milik korban yang sempat dirampas para pelaku.

Ahmad dan Arif dijerat Pasal 364 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan terancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Sedangkan Karno dijerat Pasal 480 KUHP tentang Penadahan dan terancam pidana penjara maksimal 4 tahun.

Aksi pembegalan ini terjadi saat Alif sedang melintas menggunakan sepeda motor di Jl DR. Soetomo Raya, Karang Timur, Tangerang, Banten, Senin (9/7/2018). Saat di tengah jalan, kedua pelaku menghentikan laju kendaraan korban. Saat berhenti, pelaku menuduh korban mirip anggota komunitas sepeda motor yang telah meremas payudara Desi, teman wanita para pelaku.

Alih-alih membuktikan tuduhan itu, Ahmad dan Arif mengajak korban untuk menemui Desi. Namun, saat di dalam perjalanan, kedua pelaku menurunkan korban dan berpura-pura meminjam motor korban untuk menjemput teman wanitanya yang diklaim korban pelecehan anggota klub motor Honda Vario.

Bahkan, Ahmad dan rekannya mengancam akan memukuli korban bila hendak berusaha kabur. Tak hanya merampas sepeda motor korban, sebuah telepon genggam milik korban juga dibawa kabur kedua pelaku.

Sumber : Suara.com