Terancam Dipecat Ganjar, Kepala SMAN Mojogedang Karanganyar Dipastikan Aman

Ilustrasi pendaftaran peserta didik baru (PPDB) offline. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
11 Juli 2018 06:30 WIB Muhammad Ismail Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Kepala SMAN Mojogedang, Karanganyar, Purwadi, yang terancam kehilangan jabatan akibat tidak melakukan verifikasi SKTM di lapangan, dinyatakan aman. Kepala Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah III Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) menilai ucapan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, bukan merupakan ancaman.

“Sudah kebiasaan dia [Ganjar] seperti itu. Bagi saya ancaman itu tidak ada. Saya sendiri bersama tim BP2MK menuju ke sekolah untuk bersama-sama melakukan verifikasi SKTM. Hasilnya tidak ada temuan SKTM palsu,” kata Kepala BP2MK Wilayah III Disdikbud Provinsi Jateng, Jasman Indratno, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (10/7/2018).

Ia memastikan persoalan di SMAN Mojogedang sekarang sudah selesai dan tidak ada yang perlu diperdebatkan. BP2MK siap membantu sekolah melakukan verifikasi SKTM di lapangan. Selain itu, juga siap menerima aduan terkait PPDB online SMA/SMK di wilayah Soloraya.

Sebelumnya, sebanyak tiga kepala sekolah favorit di Jawa Tengah (Jateng) terancam kehilangan jabatan. Ketiganya terancam dipecat dari posisi kepala sekolah karena enggan melakukan verifikasi surat keterangan tidak mampu (SKTM)  yang diajukan calon siswa dalam melakukan proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) online 2018.

Ketiga kepala sekolah itu, yakni Purwadi, yang saat ini menjabat kepala SMAN Mojogedang, Karanganyar; Kepala SMKN 1 Blora, Mariya; dan Kepala SMKN 1 Purwokerto, Asep Saeful Anwar.

Rencana pemecatan ketiga kepala sekolah itu disampaikan langsung Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di sela meninjau proses verifikasi SKTM calon siswa baru dalam PPDB online 2018 di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jl. Pemuda, Kota Semarang, Selasa (10/7/2018).

Ganjar mengaku berang dengan ketiganya karena tidak melakukan proses verifikasi SKTM yang sudah diinstruksikan Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo. Ketiganya bahkan ditelepon langsung oleh Ganjar karena jumlah SKTM yang masuk tidak wajar atau melebihi daya tampung sekolah.

“Pak, jenengan berarti tidak melakukan perintah kepala dinas untuk verifikasi faktual? Hari ini verifikasi, saya minta semua guru diturunkan! Laporkan siang hari ini juga!” ujar Ganjar melalui telepon seluler kepada Kepala SMAN Mojogedang Karanganyar, Purwadi.

Ganjar mengaku saat ditanya Purwadi mengaku belum melakukan verifikasi karena tidak mendapat surat dari Disdikbud Jateng. Ia pun semakin kesal karena hal tersebut membuktikan sensitivitas kepala sekolah rendah.