Jika Prabowo-AHY Deal, PKS Dapat Apa?

Prabowo Subianto disaksikan Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo menyampaikan orasi kemenangan Pilkada Jakarta, Rabu (19/4 - 2017). (Bisnis/Dedi Gunawan)
10 Juli 2018 20:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Kedai Kopi, Hendri Satrio, melihat posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuju Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 dalam kondisi lemah. Hal itu tak lepas dari lobi intensif Partai Demokrat dengan menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hendri mengaku sempat mendengar langsung dari Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan bahwa Prabowo Subianto telah sepakat memilih AHY sebagai cawapresnya saat menjadi narasumber di salah satu acara televisi. Menurut Hendri, apabila skenario Prabowo - AHY memang benar terjadi, maka PKS tidak akan mendapatkan efek apa-apa.

"Jadi kalau dukung Gerindra-Demokrat, PKS nggak akan bisa nambah suara. Hashtag 2019GantiPresiden kan yang munculin PKS, tapi di survei itu selalu ke Gerindra," kata Hendri di acara diskusi bertajuk Sebulan Jelang Pendaftaran Capres: Koalisi (Bukan) Harga Mati? di Pulau Dua Restaurant, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018), dilansir Suara.com.

Hendri melihat apabila nantinya koalisi yang tercipta ialah Partai Gerindra - Demokrat - PKS, maka PKS hanya berfungsi sebagai ketua pemenangan. Hal ini, kata dia, mirip seperti situasi saat Pilkada DKI Jakarta 2017 

"Kalau koalisi ini terjadi, Gerindra - Demokrat - PKS, Gerindra jadi presiden, Demokrat jadi wapres, PKS dapat ketua pemenangan. Sama kayak di [Pilkada] DKI," pungkasnya.

Sementara itu, dorongan PKS agar Anies Baswedan menjadi capres sudah ditepis oleh Gerindra. Sedangkan 9 nama yang disodorkan PKS sebagai cawapres pendamping Prabowo juga belum menemui titik terang.

Partai Gerindra tetap menegaskan bahwa Prabowo Subianto sebagai calon presiden tak bisa ditawar. Politikus Fraksi Gerindra DKI Jakarta Mochammad Taufik menegaskan partainya tetap mengusung Ketua Umum Partai Gerindra sebagai capres 2019.

Hal itu sekaligus menepis kabar masuknya Anies Baswedan sebagai salah satu capres yang akan didukung oleh anggota parpol koalisi Gerindra, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS). "Iya, mungkin saja ada Anies dan beberapa nama kan. PKS juga kirim nama, tapi yang jelas presidennya Prabowo itu loh," katanya, Selasa (10/7/2018), kepada Bisnis/JIBI.

Dia mengungkapkan keputusan Prabowo sebagai capres sudah bulat dan tak bisa diganggu gugat. Menurutnya, hal itu tidak ada berubah meski banyak nama yang diajukan oleh parpol koalisi.

Tokopedia