Anies Baswedan Capres? Fahri Hamzah: Jangan Permainkan Rakyat Jakarta!

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau penyegelan di Pulau D reklamasi Teluk Jakarta, Jakarta, Kamis (7/6 - 2018) lalu. (Antara / Dhemas Reviyanto)
10 Juli 2018 19:35 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai didorong sebagai orang yang potensial sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2019, termasuk oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Meski begitu Fahri Hamzah tidak setuju jika Anies Baswedan maju mendaftarkan diri.

"Saya merasa rakyat Jakarta janganlah dipermainkan seperti ini. Pilkada DKI yang lalu berdarah-darah. Bacalah tanda-tanda, jangan lupa. Saya mohon maaf, jika saya berbeda dengan kawan-kawan," katanya, Selasa (10/7/2018).

Wakil Ketua DPR itu bahkan menyarankan Anies fokus bertugas di Jakarta sebagai penjaga gawang dengan Sandiaga Uno mendampingi untuk menuntaskan pekerjaan. "Mengapa? Karena PR di DKI adalah PR kebangsaan. Di kota ini ada semua jenis persoalan. Layak kita perjuangkan," ujarnya.

Asumsi Anies Baswedan akan mencalonkan diri di Pilpres 2019 makin terasa apalagi saat hubungannya dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kian mesra dalam beberapa waktu terakhir. Jika dihitung, sudah tiga kali keduanya duduk di dalam satu mobil. Awalnya terlihat saat JK mengantar Anies kembali ke Balai Kota DKI Jakarta menggunakan mobil dinas Wakil Presiden setelah kunjungan dari venue Asian Games 2018, Jumat (29/7/2018).

Kesempatan kedua, JK dan Anies terlihat pergi ke acara halal bihalal PBNU menggunakan mobil yang sama pada Selasa (3/7/2018) malam. Terakhir, keduanya kedapatan menghadiri acara silaturahmi dan halal bihalal bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu, (4/7/2018).

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menilai munculnya nama Anies Baswedan merupakan bagian dari aspirasi yang berkembang di antara partai politik. Anies dikabarkan bakal disunting Partai Gerindra menggantikan Prabowo Subianto menjadi calon Presiden 2019.

Aspirasi tersebut, kata dia, masih dibahas di tingkat pimpinan dan partai koalisi. Hingga hari ini pun parpol masih terus melakukan komunikasi.

"Semuanya aspirasi, itu yang akan dibicarakan pada tingkat komunikasi antarpimpinan partai karena memang untuk capres itu kan dicalonkan oleh parpol atau gabungan parpol yang memenuhi 20 persen presidential threshold," ujar Hidayat.