Israel Batasi Bantuan untuk Palestina

Pemrotes Palestina jatuh setelah terkena gas air mata tentara Israel di perbatasan Israel-Gaza, Jumat (8/6 - 2018). (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)
09 Juli 2018 15:45 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, TEL AVIV – Israel dikabarkan membatasi bantuan pemerintah Turki untuk warga Palestina di Yerusalem. Hal ini dilakukan di tengah kekhawatiran soal pengaruh Turki meningkat. Mereka khawatir Turki memberikan banyak bantuan kepada warga Palestina.

Dilansir Sputunik, Minggu (8/7/2018), Dewan Keamanan Nasional Israel telah menyusun rencana guna menentang Badan Koordinasi dan Kerja Sama Turki (TIKA) yang beroperasi di Yerusalem. Langkah yang dibuat termasuk membatasi kegiatan TIKA.

Selama ini, pemerintah Israel meyakini TIKA adalah lembaga yang menjadi penyokong gerakan jihad Islam Palestina. Bahkan, menurut informasi beberapa anggota TIKA menyalurkan dana kepada anggota kelompok militan Palestina, Hamas. Badan intelijen Israel juga khawatir pengaruh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di Yerusalem semakin meningkat. Sebab, hubungan kedua negara ini telah memburuk sejak 2010 lalu.

Selain Turki, pemerintah Israel juga dikabarkan melarang seorang aktivis sosial asal Swedia, Benjamin Ladraa, masuk ke Palestina. Pemerintah Israel memang sangat ketat dalam membatasi ruang gerak warga Palestina. Dilansir Aljazeera, Benjamin Ladraa, 25, memulai perjalanan dari Swedia ke Palestina selama 11 bulan, yakni sejak 5 Agustus 2017.

Tapi, pada Jumat (6/7/2018), Benjamin Ladraa dilarang memasuki wilayah Allenby, perbatasan Yordania dengan Yerusalem. Pria yang menempuh perjalanan dengan berjalan kaki ini merasa kecewa dengan perlakuan militer Israel kepadanya. Namun, dia tidak terlalu terkejut karena banyak orang yang diperlakukan kepada dirinya.

"Ada dua alasan yang membuat mereka [militer Israel] menolak saya masuk ke wilayah Palestina. Pertama, mereka menuduh saya berbohong. Kedua mereka menuduh saya berencana mengatur demonstrasi yang sama sekali tidak benar," tutur Benjamin Ladraa.

Tokopedia