Banjir dan Tanah Longsor Jepang Tewaskan 81 Orang

Banjir dan tanah longsor di Kurashiki, Jepang, Minggu (8/7 - 2018) merusak sejumlah rumah warga. (Reuters/Issei Kato)
09 Juli 2018 08:10 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

Solopos.com, KURASHIKI – Hujan lebat yang memicu banjir dan tanah longsor di kawasan barat Jepang  menewaskan setidaknya 81 orang, Minggu (8/7/2018). Puluhan orang lainnya dilaporkan hilang setelah lebih dari 2.000 penduduk Kota Kurashiki yang sempat terjebak berhasil diselamatkan.

Pemerintah setempat telah memerintahkan setidaknya dua juta warga untuk mengungsi. Di sejumlah prefektur [provinsi] pemerintah juga mengumumkan kewaspadaan terhadap tingginya risiko tanah longsor.

Helikopter dan perahu dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Di Rumah Sakit Mabi Memorial, puluhan pasien dan petugas rumah sakit dievakuasi menggunakan perahu. Seorang pejabat setempat menyebut 170 pasien dan petugas rumah sakit berhasil dievakuasi sementara stasiun penyiaran NHK menyebut masih ada 80-an orang yang terjebak.

"Saya sangat berterima kasih kepada para petugas penyelamat,” kata Shigeyuki Asano, 79, salah satu pasien yang harus bertahan semalaman tanpa listrik atau air bersih. “Saya sangat lega bisa diselamatkan dari tempat yang gelap dan bau itu,” imbuhnya.

Kurashiki yang berpenduduk kurang dari 500.000 jiwa menjadi salah satu wilayah yang paling parah dilanda bencana akibat hujan lebat yang turun di berbagai lokasi di Jepang barat. Jumlah korban jiwa saat ini melebihi jumlah korban yang jatuh dalam bencana serupa 2014 silam yaitu 77 jiwa dan yang tertinggi sejak wilayah itu dilanda topan pada 2004 yang menewaskan 98 orang.

Hujan lebat mulai turun akhir pekan lalu sebagai sisa dari topan yang baru saja melintas, dan menambah jumlah hujan ke musim hujan yang baru mulai. Sejumlah pabrik mobil seperti Mazda Motor Corp dan Daihatsu Motor Co menghentikan operasi di sejumlah pabriknya Sabtu lalu dan masih menunggu perkembangan situasi untuk memutuskan kapan operasi pabrik dimulai lagi.

Produsen barang elektronik Panasonic Corp menyebut salah satu pabriknya di Okayama, Jepang  barat, juga terisolasi karena jalanan di sekitarnya ditutup akibat adanya bencana. Namun mereka sudah meliburkan pabrik sepanjang akhir pekan. Mereka juga menunggu Senin ini untuk memutuskan kapan pabrik dibuka lagi.

Tokopedia