Penumpang KM Lestari Maju Lampaui Manifes, Nakhoda & Syahbandar Jadi Tersangka

Para penumpang KM Lestari Maju menyelamatkan diri setelah lambung kapal bocor dan hendak tenggelam, Selasa (3/7/2018) siang. (Twitter - @sutopo_pn)
09 Juli 2018 23:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, MAKASSAR -- Polda Sulawesi Selatan telah menetapkan dua orang tersangka dalam tragedi kecelakaan laut Kapal Motor (KM) Lestari Maju yang karam di perairan Pulau Selayar pekan lalu. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan kedua tersangka yakni Nahkoda KM Lestari Maju dan Syahbandar Bulukumba.

"Nahkoda kapal atas nama AS dan Syahbandar Bulukumba KM Lestari Maju melanggar UU No 17/2008 Tentang Pelayaran Laut," kata Dicky dilansir Suara.com, Senin (9/7/2018).

Penetapan tersebut, hasil dari gelar perkara dan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi yang mengetahui kejadian kecelakaan KM Lestari Maju. Menurut Dicky, keduanya sudah ditahan di Polda Sulsel. "Iya [sudah]," ujar Dicky.

Berdasarkan data hingga pencarian hari ini, jumlah total penumpang mencapai 211 orang. Angka itu jauh berbeda dengan angka dalam manifes yang hanya mencantumkan 139 penumpang. Sementara 36 orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Sebelumnya, mualim 1 KMP Lestari Maju, Yono, dalam wawancara dengan Kompas TV yang disiarkan pada Sabtu (7/7/2018) sore, membantah ada kebocoran kapal sebelum karam. Menurut Yono, kapal tersebut sengaja dikandaskan atas perintah nakhoda kapal karena terlalu banyak air yang masuk ke kapal.

"Kronologinya, pada saat itu kapal memang sengaja kita kandaskan atas perintah nakhoda. Seandainya melanjutkan perjalanan, akan ada korban lebih banyak. Jadi nakhoda berinisiatif, saya juga akan melakukan hal yang sama jika jadi dia, untuk mengurangi korban," kata Yono.

Yono menegaskan masuknya air laut tersebut bukan karena kebocoran di lambung KMP Lestari Maju, melainkan karena gelombang yang tinggi. Dia mengaku telah memeriksa seluruh bagian kapal dan tidak menemukan kebocoran.

"Kalau kebocoran saya sudah periksa dan tidak ada. Jadi itu karena gelombang," ungkapnya.

Tokopedia