Jadi Capres atau Cawapres, AHY Ikut Pilpres 2019

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Presiden Jokowi dalam Rapimnas Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (10/3 - 2018). (Antara/Yulius Satria Wijaya)
09 Juli 2018 17:32 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan bahwa pihaknya telah memutuskan bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan ikut dalam kontestasi Pilpres 2019. Menurutnya, Partai Demokrat telah memutuskan untuk menempatkan AHY baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden, dengan siapapun nantinya berkoalisi.

"Menjadi keputusan dari Demokrat bahwa apapun koalisinya, AHY harus maju sebagai capres ataupun cawapres," kata Syarief Hasan di Kompleks Parlemen, Senin (9/7/2018).

Terkait keberadaan parpol seperti PAN dan PKS yang sama-sama memiliki cawapres, Syarief mengatakan bahwa hal itu bisa dikomunikasikan secara intensif. Dengan demikian, ada titik temu untuk bersama membangun koalisi.

"Saya pikir kita ini sudah terbiasa berkoalisi, Partai Demokrat sudah terbiasa berkoalisi dengan PAN, berkoalisi dengan PKS, bahkan kita pernah sama-sama di pemerintah selama 10 Tahun saat SBY jadi presiden. Jadi, tidak ada masalah komunikasi dengan pimpinan partai-partai itu,” ujarnya.

Selain itu, ujar Syarief, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga merespons baik usulan wacana menduetkan Prabowo Subianto dengan AHY. SBY, menurut Syarief, dalam waktu dekat juga akan melakukan evaluasi internal partai untuk membahas skenario tersebut.

"Pak SBY sangat merespons baik dan menyatakan akan melakukan evaluasi internal. Di internal partai ada mekanisme yang harus dijalani antara lain akan didiskusikan dan diputuskan di Mejelis Tinggi Partai,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa dalam beberapa hari ke depan SBY akan membuat keputusan berdasarkan rekomendasi dari Majelis Tinggi tersebut. Sinyal Demokrat untuk memasangkan AHY dengan Prabowo menguat setelah pertemuan Syarif Hasan dengan Prabowo Subianto di rumah Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta, Kamis (5/7/2018) lalu.

Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan kunjungan Syarif merupakan tindak lanjut pertemuan antara kedua putusan tersebut. "Kunjungan Syarif ke Kertanegara untuk mendengar langsung penjelasan Prabowo seperti yang sudah dikemukakan oleh utusan Prabowo sebelumnya karena menyangkut persoalan-persoalan penting situasi politik dan terutama menyangkut Pilpres," katanya melalui keterangan pers yang diterima Bisnis/JIBI, Jumat (6/7/2018).

Andi menjelaskan Syarif sudah mendengar langsung penjelasan Prabowo menyangkut skema koalisi Pilpres 2019. Meski belum ada kesepakatan bersama, namun Andi mengatakan sudah ada gambaran bersama.

Andi menambahkan pembicaraan penting ini membahas kemungkinan Prabowo akan berpasangan dengan AHY di Pilpres 2019. Nantinya akan ada pembicaraan lanjutan untuk mematangkan dua pertemuan pembuka antara kedua partai ini.