Demokrat Bantah Politik Dua Kaki, TGB Disanksi karena Dukung Jokowi

Gubernur Nusa Tengga Barat (NTB) Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB). (Facebook.com)
09 Juli 2018 17:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Partai Demokrat membantah bahwa dukungan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi kepada Joko Widodo (Jokowi) sebagai sikap partai itu berdiri di dua kaki. Partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan memberikan sanksi kepada TGB karena dukungan terhadap Jokowi pada Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan bahwa TGB akan dikenai sanksi. Meski demikian, hal tersebut belum menjadi perbincangan partai karena dirasa efeknya yang terlalu besar.

"TGB belum menjadi agenda di kami, belum prioritas untuk dibahas karena menurut kami efeknya terlalu besar," kata Syarief di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senin (9/7/2018).

Akan tetapi ia memastikan bahwa akan ada sanksi yang akan dibahas oleh Dewan Kehormatan Partai Demokrat untuk TGB. "Sanksi pasti tetap ada dan itu akan dibahas Dewan Kehormatan," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Syarief menyangkal keputusan TGB mendukung Jokowi merupakan sikap dua kaki Partai Demokrat. Hal itu disebabkan langkahnya TGB yang tidak diketahui oleh DPP Partai Demokrat. "Enggak dong, beda dong, karena itu tanpa sepengetahuan DPP Partai Demokrat," pungkasnya.

Hari ini, Majelis Tinggi Partai Demokrat menggelar pertemuan di rumah Ketua Umum sekaligus Ketua Majelis Tinggi Demokrat, SBY, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. "Pertemuan pada pukul 14.00 WIB," ujar Syarif Hasan.

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, dalam pertemuan itu, Majelis Tinggi Partai Demokrat akan bersidang untuk menentukan capres/cawapres dan arah koalisi ke depan. Syarif Hasan mengatakan salah satu tugas Majelis Tinggi adalah menentukan capres dan cawapres yang akan diusung Partai Demokrat.

Belakangan, Demokrat gencar menjalin komunikasi dengan partai lain. Terakhir, terjadi komunikasi antara Demokrat dengan Gerindra. Demokrat dikabarkan menawarkan sosok putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Sumber : Suara.com, Antara