Pesan 12 Bocah Terjebak Gua Thailand Bikin Dunia Menangis

12 Bocah dibawah usia 16 tahun bersama seorang pelatihnya terjebak di gua Chiag Rai, Thailand, sejak 23 Juni. Hingga kini mereka belum dievakausi karena sulitnya medan. (Reuters/Tim Penyelamat Thailand)
08 Juli 2018 21:46 WIB Rini Yustiningsih Internasional Share :

Solopos.com, BANGKOK -- Ke-12 bocah pemain sepakbola bersama seorang pelatihnya yang tergabung dalam tim sepak bola Wild Boar, hingga Minggu (8/7/2018) masih terjebak di gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand. Mereka terjebak di gua sejak 23 Juni 2018 karena banjir yang menerjang gua.

Selama mereka bertahan di gua, mereka menuliskan pesan-pesan kepada orangtua mereka yang dikirimkan oleh tim menyelamat. Straittimes.com, menuliskan pesan ke-12 bocah yang terjebak di gua itu diunggah di Facebook Angkatan Laut Thailand, Sabtu (7/7/2018) pagi.

Suara.com menuliskan, isi pesan itu dibawa oleh para penyelam dari Angkatan Laut Thailand. Beragam pesan mengharukan diberikan, yang ditujukan kepada keluarga korban. Dari surat yang ditulis asisten pelatih Ekkapol Chanthawong, anak-anak itu berpesan agar orangtuanya tidak khawatir akan keberadaan mereka yang terjebak di dalam gua.

"Apa yang ingin kami komunikasikan: Anak-anak berkata jangan khawatir tentang mereka. Semuanya kuat. Mereka ingin makan berbagai jenis makanan ketika mereka keluar. Guru, tolong jangan memberi mereka terlalu banyak pekerjaan rumah. SEAL dan dokter Phak, yang merawat anak-anak, juga baik-baik saja," tulis sang asisten.

"Ayah dan ibu, tolong jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja. Tolong bawa aku makan ayam goreng setelah ini. Aku mencintaimu," tulis Chanintr Wiboonroongruang.

"Jangan khawatirkan aku, ayah dan ibu. Aku akan pergi selama dua minggu. Aku akan menolongmu, ibu, menjual barang saat aku punya waktu. Aku akan bergegas keluar dari sini." tulis seorang bocah lain bernama Bew.

Isi pesan tertulis nan mengharukan itu kontan memicu luapan emosi para keluarga yang menunggu dan menanti proses evakuasi berbahaya.

"Saya sangat senang melihat suratnya, tulisan tangannya. Saya hampir menangis. Tidak peduli berapa lama saya menunggu selama dia selamat," ujar salah seorang ibu korban.

Pesan tulisan yang dibawa para penyelam itu merupakan wujud komunikasi pertama antara para remaja dengan orangtua mereka, setelah upaya membawa kabel telepon ke dalam gua gagal.

Gubernur Chiang Rai, Narongsak Osotthanakorn mengatakan, kesehatan para remaja membaik ke taraf normal. Mereka disebut sudah cukup kuat untuk berjalan, namun belum bisa berenang.

Kendati begitu, para penyelam terus mengajari mereka teknik menyelam dan pernapasan. Keberadaan para remaja itu ditemukan oleh sejumlah penyelam asal Inggris pada Senin (2/7/2018), 10 hari setelah mereka menghilang. Ternyata mereka berada di landasan batu yang tak terjangkau genangan air sejauh empat kilometer dari mulut gua.

Sejak ditemukan, regu penyelamat Thailand dan penyelam dari berbagai negara memberi pasokan makanan, oksigen, serta pertolongan medis.