Foto-Foto Ngeri Hujan Lebat di Jepang Tewaskan 66 Orang

Foto udara yang menunjukkan warga Kurashiki bertahan di atap rumah mereka. (Reuters/Kyodo)
08 Juli 2018 18:30 WIB Rini Yustiningsih Internasional Share :

Solopos.com, TOKYO -- Sebanyak 66 orang tewas akibat hujan super deras di Jepang, hingga Minggu (8/7/2018). Curah hujan tinggi hingga tiga kali lipat dibanding biasanya terjadi dalam sepekan terakhir ini.

Lebih dari 1,6 juta warga Kurashiki dievakuasi. (Reuters-Kyodo)

Sejumlah wilayah di bagian barat Jepang menjadi wilayah yang mengalami dampak terburuk sepanjang sepekan terakhir ini. Sebagaimana dikutip Reuters, Pemerintah Jepang telah mengerahkan tim penyelamat, helikopter dan perahu untuk menyelamatkan warga.

Foto udara yang menunjukkan warga Kurashiki bertahan di atap rumah mereka. (Reuters-Kyodo)

Kurashiki, kota berpenduduk 500.000 jiwa menjadi kota yang mengalami dampak terburuk dari efek hujan maut itu. Hujan superlebat menyebabkan 1.000 orang di Kota Kurashiki, Jepang terjebak. Sungai-sungai di kota itu membanjir.

Kereta api tergelincir karena jalur kereta ambrol akibat hujan deras di Karastu. (Reuters-Kyodo)

"Kami belum pernah mengalami hujan seperti ini sebelumnya. Ini adalah situasi berbahaya yang ekstrim,"kata seorang pejabat di Badan Meteorologi Jepang (JMA) sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (8/7/2018).

Foto udara tim penyelamat mengevakuasi korban menggunakan helikopter (Reuters-Kyodo)

Di kota itu, ratusan orang baik pasien maupun staf di RS Mabi Memorial menunggu dievakuasi. Mereka bertahan di balkon rumah sakit. Sebuah tayangan televisi lokal juga memperlihatkan mobil-mobil yang mengambang. Hujan juga telah menyebabkan longsor dan banjir, menyebabkan warga terperangkap di dalam atau di atas atap rumah mereka.

Rumah dan aneka fasilitas ikut terendam di Kurashiki. (Reuters-Kyodo)

Badan Manajemen Bencana Jepang menyebutkan jumlah korban tewas hingga Minggu di seluruh wilayah Jepang mencapai 66 orang, sementara 60 orang lainnya masih hilang. Jumlah korban tewas meningkat dibanding hari sebelumnya pada Sabtu (7/7/2018), sebanyak 49 orang.

Warga dievakuasi militer di Kurashiki (Reuters-Kyodo)

Pusat manajemen darurat telah didirikan di kantor perdana menteri Jepang. Sebanyak 54.000 personel regu penyelamat yang terdiri atas militer, polisi dan petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke wilayah barat dan barat daya Jepang. Sebanyak 2 juta warga juga diminta untuk dievakuasi.