Evakuasi 13 Orang Terjebak di Gua Thailand Telan Nyawa Penyelamat

Konferensi pers tentang kematian salah satu tim penyelamat di Kompleks Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand, Kamis (6/7/2018) (Reuters - Athit Perawongmetha)
08 Juli 2018 17:00 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, CHIANG RAIKisah tragis tentang 13 orang yang terjebak banjir di Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand, menelan satu korban jiwa. Korban jiwa tersebut justru datang dari salah satu orang anggota tim penyelamat.

Dikutip Solopos.com dari Reuters, Minggu (8/7/2018), salah satu anggota tim penyelamat bernama Samarn Poonan meninggal dunia setelah kehabisan suplai oksigen saat menjelankan operasi penyelamatan 13 orang yang terjebak di Gua Tham Luang di Thailand, Kamis (5/7/2018).

Samarn Poonan merupakan salah satu anggota tim penyelamat yang juga merupakan mantan anggota Angkatan Laut Thailand.

"Samarn Poonan, mantan anggota unit SEAL Angkatan Laut Thailand yang merupakan bagian dari tim penyelamat di Chiang Rai, meninggal pada Kamis malam setelah memasuki gua untuk meletakkan tangki oksigen di tempat yang berpotensi menjadi jalur keluar dari gua," kata komandan SEAL seperti dikutip Reuters.

Demi menyelamatkan 13 orang yang terjebak di Gua Tham Luang, tim penyelamat memang harus berani mengambil risiko. Pasalnya, jalur menuju lokasi terjebaknya 13 orang tersebut dari pintu masuk gua mencapai 2,5 km jika ditarik garis lurus, namun bisa mencapai 4 km karena jalurnya yang berliku.

Tak berhenti sampai di situ, tim penyelamat harus rela menyelam di gua yang sempit. Jarak pandang di dalam air pun juga sangat pendek karena air yang keruh.

Untuk sampai ke lokasi terjebaknya 13 orang tersebut dan kembali lagi ke base camp, tim penyelamat harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 11 jam. Kehabisan oksigen seperti yang dialami Samarn Poonan merupakan risiko yang peluangnya paling besar terjadi.

Hingga Minggu, ke-13 orang yang terjebak banjir di Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailandm sejak 23 Juni 2018 lalu masih belum bisa dievakuasi. Berbagai macam upaya telah dan masih dilakukan tim penyelamat demi mengakhiri kisah tragis yang dialami 12 siswa sekolah sepak bola bersama seorang pelatihnya tersebut.

Tokopedia