Mengharukan, 12 Anak Terjebak di Gua Thailand Tulis Surat untuk Ortu

Surat dari 12 anak yang terjebak di Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand, Jumat (6/1 - 2018). (Facebook/Thai Navy Seal)
08 Juli 2018 15:30 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, CHIANG RAI — Kisah tragis 13 orang yang terjebak di Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand sejak 23 Juni 2018 lalu belum berakhir. Setelah ditemukan pada Minggu (2/7/2018) sejak dilaporkan hilang pada 23 Juni 2018 lalu, 13 orang yang terdiri dari 12 anak-anak siswa sekolah sepak bola dan satu pelatihnya yang berusia 25 tahun belum mampu dievakuasi hingga Minggu (8/7/2018).

Dilaporkan Reuters, Sabtu (7/7/2018), 12 bocah yang terjebak di dalam gua karena banjir tersebut mengirimkan pesan singkat kepada kerabat mereka melalui surat yang ditulis pada kertas, Jumat (6/7/2018). Berdasarkan foto-foto yang dipublikasikan Angkatan Laut Thailand di media sosial Facebook, kebanyakan dari mereka mengabarkan kondisi mereka masih baik-baik saja meski terjebak di dalam gua selama dua pekan.

"Jangan khawatir. Kami semua sehat dan kuat. Ada begitu banyak makanan yang ingin kita makan jika sudah keluar dari gua. Kami ingin langsung pulang," ungkap 12 bocah tersebut.

Meski sedang dirundung kisah tragis, ke-12 bocah tersebut masih mengungkapkan kelucuan mereka dengan berharap tak ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang dibebankan oleh guru setelah mereka keluar dari gua. "Guru, tolong jangan terlalu banyak memberikan PR," ungkap mereka.

Bukan hanya itu, salah satu dari 12 bocah tersebut, Ekarat Wongsukchan, 14, bahkan menegaskan akan membantu orang tuanya setelah bisa keluar dari gua. "Jangan khawatir, ayah dan ibu, saya hanya pergi selama dua pekan. Saya akan membantu ibu di toko setiap hari. Saya akan segera ke sana," tulisnya.

Sementara itu, Pheeraphat Sompiengjai, orang tua dari salah satu bocah yang terperangkap di Gua Tham Luang mengatakan pelatih sepak bola yang membawa 12 bocah tersebut bertualang di gua tak sepatutnya disalahkan. Ia justru bersyukur sang pelatih masih mau merawat anaknya yang terjebak di gua.

Di sisi lain, mantan gubernur Chiang Rai, Narongsak Osottanakorn, mengatakan tim penyelamat memiliki waktu beberapa hari lagi untuk menyelamatkan 13 orang yang terjebak di gua sebelum hujan kembali turun. Meski begitu, ia mengaku tak mengetahui berapa hari lagi hujan akan turun.

Proses penyelamatan 13 orang tersebut memang sangat rumit. Selain medan yang ekstrem dan jalur penyelaman yang cukup panjang, beberapa anak di antaranya tak mampu berenang. Hingga kini, tim penyelamat hanya mampu memompa air yang menggenangi gua, mengirimkan makanan, dan memberikan oksigen demi membuat 13 orang itu tetap bertahan hidup.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, 13 orang yang terdiri dari siswa berusia sekitar 11 tahun sampai 16 siswa sekolah sepak bola terjebak di Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand, bersama gurunya yang berusia 25 tahun. Saat menjelajahi gua, mereka terjebak banjir setelah hujan deras turun dan membuat gua tergenang air serta lumpur.

Tokopedia