Kandas di Perairan Selayar, Awak KMP Lestari Maju Bantah Kapal Bocor

Para penumpang KM Lestari Maju menyelamatkan diri setelah lambung kapal bocor dan hendak tenggelam, Selasa (3/7/2018) siang. (Twitter - @sutopo_pn)
07 Juli 2018 18:35 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SELAYAR -- Kabar yang menyebutkan bahwa kandasnya KMP Lestari Maju di perairan Pulau Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (3/7/2018) lalu, disebabkan kebocoran lambung kapal, dibantah awak kapal. Awak menyebut kapal itu nyaris tenggelam karena gelombang air laut yang menghantam kapal.

Hal itu diungkapkan oleh mualim 1 KMP Lestari Maju, Yono, dalam wawancara dengan Kompas TV yang disiarkan pada Sabtu (7/7/2018) sore. Menurut Yono, kapal tersebut sengaja dikandaskan atas perintah nakhoda kapal karena terlalu banyak air yang masuk ke kapal.

"Kronologinya, pada saat itu kapal memang sengaja kita kandaskan atas perintah nakhoda. Seandainya melanjutkan perjalanan, akan ada korban lebih banyak. Jadi nakhoda berinisiatif, saya juga akan melakukan hal yang sama jika jadi dia, untuk mengurangi korban," kata Yono.

Yono menegaskan masuknya air laut tersebut bukan karena kebocoran di lambung KMP Lestari Maju, melainkan karena gelombang yang tinggi. Dia mengaku telah memeriksa seluruh bagian kapal dan tidak menemukan kebocoran.

"Kalau kebocoran saya sudah periksa dan tidak ada. Jadi itu karena gelombang," ungkapnya.

Gelombang tinggi itu tidak terlihat saat kapal memulai perjalanan pada pukul 10.00 Wita. Namun pada pukul 13.30 Wita, kapal tersebut mulai kemasukan air karena hantaman gelombang air laut. Yono menuturkan air laut juga masuk melalui jendela kiri kapal.

"Pukul 10.00 Wita kita berangkat, saat itu cuaca baik dan bisa untuk dilayari kapal. Pada pukul 14.20 Wita, saya melihat kapal agak miring, kontinu, pelan-pelan. Saya kasih tahu nakhoda, lalu ke anjungan," kata dia.

Saat itu, dia melihat air yang masuk ke kapal sudah semakin besar. Sedangkan jendela-jendela kapal juga kemasukan air karena hujan deras.

"Saya diminta pompa air, tapi karena air sudah terlalu banyak masuk, maka kapal dikandaskan."