Gus Ipul-Puti Kalah di Pilkada Jatim, Gerindra Salahkan Jokowi

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan nomor dua Saifullah Yusuf (kanan) bersalaman saat Debat Publik I Pilgub Jatim di Gedung Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa (10/4 - 2018). (Antara/Zabur Karuru)
07 Juli 2018 18:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Dua partai yang kerap berseberangan sejak 2014, PDIP dan Gerindra, bisa bersama-sama mengusung pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul - Puti) di Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2018 meski kalah. Gerindra menuding kekalahan Gus Ipul - Puti sebagai kesalahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini dikatakan Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono. Menurut dia, kekalahan pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno disebabkan langkah Jokowi yang memberi izin kepada Khofifah Indar Parawansa untuk maju sebagai rival jagoan PDIP itu di Pilkada Jatim.

"Penyebab utama kesalahan Saifullah Yusuf - Puti adalah Pak Jokowi. Karena dia memberi izin Ibu Khofifah ikut Pilkada. Itu kesalahan fatalnya itu," kata Ferry di kawasan Menteng, Sabtu (7/7/2018), dilansir Suara.com.

Meski kerap berseberangan, kata Ferry, hubungan Partai Gerindra dengan PDIP selalu baik. Bahkan, kata dia, dua partai itu memiliki ideologi yang sama. "PDIP dengan Gerindra baik-baik saja, Gerindra apalagi. PDIP aja yang dorong-dorong Pak Jokowi kan. Sekarang terimalah, kau yang mulai kau yang mengakhiri," kata Ferry.

Untuk diketahui, berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Gus Ipul - Puti Guntur Soekarno kalah dari pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak di Pilkada Jatim 2018. Berdasarkan survei Saiful Mujani Research Centre (SMRC), pasangan Saifullah-Puti mendapatkan 47,76 persen suara. Sementara Khofifah-Emil unggul dengan 52,24 persen suara.

Sebelum pemungutan suara 27 Juni 2018 lalu, Jokowi bahkan disebut-sebut mendukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim. Golkar bahkan mengklaim dukungan Jokowi terhadap Khofifah meskipun dibantah oleh PDIP.

Isu dukungan Jokowi kepada Khofifah memang selalu ditepis. Namun seusai memastikan diri unggul di Pilkada Jatim, Khofifah tidak menyembunyikan dukungannya kepada Jokowi di Pilpres 2019.

Dukungan itu ditegaskan oleh Khofifah saat dirinya terlibat wawancara jarak jauh oleh Rosiana Silalahi yang ditayangkan Kompas TV, Rabu (27/6/2018). Saat ditanya apakah dirinya siap menjadi juru bicara Jokowi seperti pada Pilpres 2014, Khofifah mengiyakannya. "Kalau ditunjuk," kata Khofifah.

Rosi pun meminta penegasan, apakah Khofifah hanya mau mendukung Jokowi dan tidak untuk capres lain. Khofifah pun membenarkannya.