TBG Dukung Jokowi, Ansor NTB: Jangan Kaitkan dengan Kasus Newmont

Gubernur Nusa Tengga Barat (NTB) Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB). (Facebook.com)
07 Juli 2018 17:39 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, MATARAM -- Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Barat (NTB), Zamroni Aziz, mengapresiasi pernyataan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) yang mendukung kepeminpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk periode kedua.

"Ini adalah hal yang biasa dalam dunia politik. Hal ini karena Tua Guru Bajang (TGB) orang yang cerdas dalam menentukan sikap. Apalagi melihat realita politik hari ini, mau tidak mau harus diakui keberhasilan pembangunan pemerintahan Jokowi," ujar Zamroni di Mataram, Sabtu (7/7/2018).

Menurut dia, indikator keberhasilan pembangunan Jokowi bisa dilihat dari program infrastruktur yang ada di NTB, salah satunya adalah program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah.

Zamroni menuturkan selama ini perhatian Jokowi terhadap NTB begitu luar biasa merujuk kepada intensitas Presiden Jokowi mengunjungi NTB dalam berbagai event sebanyak delapan kali. "Jika TGB hari ini menentukan pilihannya ke Jokowi, hal itu wajar, karena TGB merasa Presiden Jokowi sudah berbuat banyak untuk NTB," lanjutnya.

Selain itu Zamroni mengatakan jika ada yang mempunyai asumsi TGB mendukung Jokowi karena terkait urusannya dengan KPK, itu anggapan yang salah. "KPK itu lembaga independen yang tidak boleh diintervensi oleh siapapun termasuk Presiden sekalipun," katanya.

TGB sendiri menegaskan dukungan dua periode terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi tidak ada kaitannya dengan pemeriksaan KPK soal penjualan saham PT Newmont Nusa Tenggara.

"Tidak ada sangkut pautnya keputusan saya mendukung pemerintahan saat ini untuk periode selanjutnya dengan persoalan eksternal, baik itu terkait dengan KPK, Demokrat maupun masalah lainnya," kata TGB sapaan akrab Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, di Mataram, Jumat (6/7/2018).

Ia mengatakan, dukungan kepada Jokowi murni sebagai keputusan pribadi dan tanggung jawab sebagai anak bangsa. "Saya telah mengamati situasi perpolitikan nasional selama empat tahun belakang ini. Dalam pandangan saya, gesekan dan polarisasi umat dengan menggunakan sentimen agama semakin mengkhawatirkan," kata dia.

Karena itu, menurutnya, dalam dunia politik sentimen agama tidak boleh dilakukan, sentimen agama tersebut bisa dimanfaatkan untuk kemanfaatan umat. Gubernur NTB dua periode ini juga menyatakan belum pernah berkomunikasi dengan Partai Demokrat terkait pernyataannya tersebut, termasuk dengan Dewan Muttasyar Nandlatul Wathan (NW). Karenanya, ia kembali menegaskan bila keputusannya mendukung Jokowi dua periode sebagai pernyataan pribadi dan tidak terkait dengan sejumlah persoalan lain.

"Itu pernyataan pribadi dan tidak ada sangkut paut dengan yang lain," tegasnya.

Disinggung namanya dicoret dari daftar capres yang dirilis oleh Alumni 212, TGB menyatakan bahwa hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Yang justru berbahaya, menurutnya, adalah menjustifikasi golongan lain yang tidak sepaham bukan sebagai bagian umat.

"Tidak usah terlalu dipersoalkan hal-hal yang bertolak dari prinsip. Ini keputusan saya, saya tegaskan lagi bahwa pernyataan saya adalah pernyataan pribadi," katanya.

Sumber : Antara