Donald Trump Pengin Ambil Alih Venezuela

Donald Trump (Reuters)
06 Juli 2018 16:45 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, WASHINGTON – Krisis ekonomi yang terjadi di Venezuela kian memprihatinkan. Sejumlah pakar ekonomi menyebut inflasi mengerikan di Venezuela dengan istilah hiperinflasi. Saat ini, sejumlah warga Venezuela melakukan jual beli dengan sistem barter. Sebab, uang kertas Venezuela, bolivar, telah kehilangan nilainya.

Hiperinflasi yang terjadi di Venezuela membuat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump prihatin. Dia menyampaikan niatnya menginvasi dan menyingkirkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, untuk menstabilkan ekonomi. Donald Trump telah menyampaikan niatan ini beberapa kali. Niatan ini kali pertama disampaikan Donald Trump saat menggelar pertemuan dengan pejabat Amerika Serikat.

Sorang pejabat Gedung Putih yang tidak dapat disebutkan namanya seperti dikutip dari The Week, Jumat (6/7/2018), mengatakan, Donald Trump telah menyampaikan ide tersebut kepada Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, di sela-sela Sidang Umum Persatuan Bangsa-Bangsa.

Rencana Donald Trump menginvasi Venezuela membuat Nicolas Maduro khawatir. Orang nomor satu di Venezuela akhirnya memerintahkan militer bersiap untuk menanggulangi serangan Amerika Serikat. "Anda tidak bisa menurunkan penjagaan bahkan sedetik pun. Karena kami akan membela hak terbesar bagi Tanah Air kami sepanjang sejarahnya, yaitu untuk hidup damai," ujar Nicolas Maduro kepada militer Venezuela seperti dikutip dari CNN.

Nicolas Maduro berpendapat intervensi Amerika Serikat tidak akan menyelesaikan krisis ekonomi Venezuela. Jadi, dia meminta Donald Trump tidak ikut campur dalam urusan negaranya. "Intervensi militer Amerika Serikat tidak akan menyelesaikan krisis ekonomi di Venezuela. Jadi, sebaiknya jangan ikut campur," tegasnya seperti dilansir Aljazeera.