Wacana Prabowo-AHY, PKS: Cuma Manuver Demokrat

Prabowo Subianto disaksikan Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo menyampaikan orasi kemenangan Pilkada Jakarta, Rabu (19/4 - 2017). (Bisnis/Dedi Gunawan)
06 Juli 2018 18:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA --  Menguatnya wacana duet Prabowo Subianto dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) setelah pertemuan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu di Jl Kertanegara, Jakarta, Kamis (6/7/2018), membuat posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam tanda tanya. Pasalnya, PKS menjadi partai pertama yang mengajukan nama cawapres kepada Prabowo.

Menanggapi pertemuan Syarif dan Prabowo, PKS menilai wacana menduetkan AHY sebagai calon wakil presiden bagi Prabowo dalam Pilpres 2019 cuma manuver politik biasa dari Partai Demokrat. Arah manuver Demokrat sebelumnya belum jelas selain hendak mengusung AHY entah sebagai capres atau cawapres.

Sementara itu, PKS yang selama ini menjadi rekan aliansi dengan Partai Gerindra di berbagai pilkada, telah mengajukan 9 nama kadernya untuk dipilih dan dijadikan cawapres oleh Prabowo.

“Iya pertemuan itu [Syarief Hasan – Prabowo] tidak apa-apa, silaturahmi kan biasa. Sebelumnya, dua bulan lalu, Pak Syarif Hasan juga bertemu dengan pimpinan PKS, biasa sekali. Pak SBY juga bertemu Presiden PKS, jadi itu bagian dari manuver politik yang biasa,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid ditemui di Mesjid Istiqlal, Jakarta, Jumat.

Karenanya, Hidayat menilai wacana menyandingkan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat AHY dengan Prabowo hanyalah manuver politik biasa sehingga tak perlu disikapi berlebihan. Dia menuturkan pada waktunya koalisi partai di luar partai pendukung pemerintah akan menentukan capres dan cawapres penantang Jokowi.

“Tidak perlu disikapi berlebihan. Biarlah nanti pada waktunya akan ditetapkan siapa capres dan cawapres alternatif yang lebih baik,” tukasnya.

Wahid menegaskan PKS tidak bisa mengintervensi Partai Gerindra terkait wacana Demokrat yang ingin menyandingkan AHY dengan Prabowo. “Kalau itu terserah Gerindra, saya tidak dalam posisi intervensi. Terserah Gerindra membuat keputusan dan pastilah Gerindra juga mempertimbangkan koalisi itu nanti yang akan memenangkan pilpres dan bukan sekadar koalisi biasa,” tandasnya.

Tokopedia

Sumber : Suara.com