Ledakan di Pasuruan Ternyata Bom Ikan yang Meledak Saat Dirakit

Petugas kepolisian berjaga di sekitar lokasi ledakan bom di kawasan Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7 - 2018). (Antara/Umarul Faruq)
06 Juli 2018 13:20 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA -- Kepolisian menyatakan bom Pasuruan bersifat low explosive. Polisi juga menegaskan tidak ada peledakan bom di Pasuruan, Jawa Timur, tapi yang terjadi adalah bom meledak sendiri saat dirakit.

"Yang terjadi bahwa bom itu adalah human error yang meledak sendiri saat dirakit  dan melukai anaknya saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim," kata Kabid Humas Kepolian daerah jawa Timur (Polda Jatim) Kombes Frans Barung Mangera, di Surabaya, Jumat (6/7/2018).

Frans menjelaskan berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh Tim Laboratorium Forensik Polda Jatim menyatakan bom yang meledak di sebuah rumah di Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Pasuruan, tersebut adalah bom ikan atau orang Jatim biasa menyebutnya bondet.

Pihak kepolisian sudah mengidentifikasi terduga pemilik bom itu meskipun yang bersangkutan memakai tiga identitas yang berbeda.

Senada, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan kasus ledakan di sebuah rumah di Pasuruan, Jawa Timur, berasal dari bom ikan yang berdaya ledak rendah.

"Setelah dilakukan proses penguraian oleh tim Gegana diketahui itu sejenis bom ikan atau bondet. Daya ledak rendah, plafon rumah saja tidak ambrol," kata Brigjen Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, saat itu pelaku yang bernama Ahmad Abdul Robbani alias Abu Ali alias Anwardi sedang merakit bom namun malah meledak dan melukai anak pelaku yang berusia enam tahun.

 

Tokopedia

Sumber : Antara