Bom di Bangil Pasuruan Diduga Meledak Saat Dimainkan Si Anak

ilustrasi ledakan bom. (Solopos/Whisnu Paksa)
05 Juli 2018 16:26 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, PASURUAN -- Ledakan yang diduga bom di Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7/2018) siang, diduga disebabkan oleh faktor ketidaksengajaan. Warga mencurigai bom di dalam rumah tersebut dimainkan oleh anak penghuni rumah, namun tiba-tiba meledak dan melukai si anak.

Kecurigaan ini muncul karena satu-satunya yang terluka setelah ledakan adalah sang anak laki-laki yang berusia 6 tahun. Sementara itu, ayah dan ibu dari anak tersebut tidak mengalami luka sama sekali.

"Anaknya luka bakar di bagian wajah, matanya luka parah. Saya curiganya, bomnya itu dibuat mainan anaknya, terus meledak, karena bapak dan ibunya enggak apa-apa," kata Didit, warga setempat saat diwawancarai oleh Metro TV, Kamis sore.

Setelah ledakan itu, kata Didit, penghuni rumah tersebut yang bernama Anwar, panik. Mendengar ledakan, Didit dan warga lainnya mendatangi rumah tersebut lantaran mengira ada ledakan tabung gas elpiji. Namun, saat menemui warga, Anwar mengatakan tidak ada apa-apa.

"Dia bilang, enggak apa-apa kok, enggak apa apa. Tapi dia ada darah. Lalu ada suara anak kecil nangis. Saya suruh antar ke rumah sakit, setelah itu ada yang bawa anak itu ke rumah sakuit. Saat tersangka [penghuni rumah] ini mau keluar, saya cegat, mau ke mana? Dia malah mengancam saya, 'hei awas kamu ya'. Dia masuk ke dalam, lalu ada ledakan 2 kali," ujar Didit.

Berdasarkan keterangan warga, Anwar mengontrak rumah yang dimiliki oleh warga bernama Saprani selama 10 bulan. Keluarga tersebut dikenal tertutup dan tidak banyak berkomunikasi dengan warga. Warga juga tidak banyak mengetahui pekerjaan Anwar sehari-hari.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengonfirmasi bahwa anak tersebut menjadi korban ledakan. Namun, dia menyatakan tidak akan mengumbar identitas anak tersebut. Bocah berusia 6 tahun tersebut kini sedang dirawat di rumah sakit dan ibunya dibawa ke Mapolres Pasuruan. Sedangkan Anwar kini sedang dalam pengejaran polisi.

"Kami sedang kejar, karena di Jatim ini ada banyak jalan yang harus kami telusuri. Orang laki-laki yang membawa ransel hitam, yang berlari ke arah timur. Itu yang harus kita identifikasi. Tim sedang mengumpulkaninformasi yang terkait ledakan itu. Sekarang kita tutup lokasi itu, pukul 11.55 WIB sudah kita tutup untuk olah TKP. Bahan-bahan yang berhubungan dengan kegiatan yang bersangkutan sudah kita kumpulkan," kata Frans dalam wawancara via telepon dengan Metro TV, Kamis sore.

 

Kolom 20 hours ago

Jelalatan