Tumben, Sepeda Jokowi Tidak Laku di Bali

Seorang wanita pengusaha yang lebih memilih foto bersama daripada sepeda. (Bisnis / Feri Kristianto)
23 Juni 2018 15:17 WIB Feri Kristianto Nasional Share :

Solopos.com, DENPASAR — Untuk kali pertama, sepeda yang biasa dibagikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada warga dan menjadi rebutan setiap melakukan kunjungan tidak diminati.

Kejadian unik ini terjadi dalam sosialisasi PPh Final UMKM 0,5% di Sanur, Bali pada Sabtu (23/6/2018). Dua orang pengusaha UMKM yang dipanggil maju ke depan lebih memilih diizinkan berfoto bersama Jokowi dibandingkan sepeda.

Peristiwa ini terjadi ketika Jokowi menunjuk salah seseorang pengusaha maju ke depan untuk mengeluarkan unek-unek kendala terkait pembiayaan ke bank. Salah seorang wanita yang juga pengusaha apotik maju ke depan dan kemudian menjelaskan.

Ketika seusai menjelaskan wanita tersebut diberikan pilihan oleh Jokowi apakah ingin berfoto bersama atau memilih sepeda. Setelah menimbang beberapa saat diiringi teriakan dari peserta sosialisasi, akhirnya wanita ini lebih memilih foto bersama.

Kejadian kedua juga mirip dilakukan oleh pengusaha wanita lain yang diminta maju ke depan menyebutkan isi Pancasila. “Hati-hati, belum tentu waktu duduk bisa disini bisa,” ujar presiden mewanti-wanti.

Ternyata kekhawatiran tersebut dipatahkan oleh wanita tersebut dan dia berhasil menjawab dengan benar. Usai menjawab tersebut, Jokowi kembali menawarkan apakah memilih hadiah sepeda atau foto bersama dan dijawab lebih memilih foto bersama.

“Saya heran sepeda kok tidak laku,” seloroh presiden disambut tawa peserta sosialisasi.

Presiden Jokowi mensosialisasikan pajak penghasilan atau PPh final UMKM 0,5% kepada ratusan pelaku UMKM di Bali. Penurunan tarif tersebut, selain karena adanya keluhan dari pelaku UMKM, juga dimaksudkan agar para pelaku usaha kecil dapat mengembangkan usahanya sehingga mampu berkembang menjadi usaha yang lebih besar lagi.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menkeu Sri Mulyani, dan Kepala BKF Triawan Munaf

Tokopedia