PBB: 68,5 Juta Orang di Dunia Mengungsi Akibat Konflik

Kondisi kota di Damaskus, Suriah, Senin (16/4 - 2018). (Reuters/Ali Hashisho)
22 Juni 2018 20:05 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, JENEWABadan Pengungsi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) (UNHCR) menyebut sekitar 68,5 juta orang di seluruh dunia mengungsi akibat perang, kekerasan, dan penganiayaan sepanjang 2017. Filippo Grandi, Komisaris Tinggi UNHCR, mengatakan jumlah pengungsi ini meningkat dibandingkan pada 2016 lalu.

Menurut Filippo Grandi, lebih dari 16 juta orang mengungsi karena konflik berkepanjangan. Selain itu, mereka terpaksa mengungsi karena tidak ada solusi efektif untuk menghentikan konflik di daerah asal. Berdasarkan data yang diterima, lebih dari dua pertiga pengungsi berasal dari Afghanistan, Suriah, Sudan Selatan, dan Republik Demokratik Kongo.

Dikutip dari Leadership, Jumat (22/6/2018), sekitar 85 persen pengungsi berasal dari negara miskin. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu wujud krisis dunia yang perlu penanganan ekstra. Dia amat prihatin melihat kondisi pengungsi di Lebanon, Bangladesh, serta Uganda, yang terusir dari negara masing-masing akibat konflik.

Dilansir laman resmi UNHCR, PBB menyebut pengungsi sebagai orang yang melarikan diri dari konflik. Mereka diberi status pengungsi oleh negara yang dimasuki dan mendapat perlindungan hukum internasional.

Pada pertengahan 2017 tercatat 65,6 juta orang mengungsi. Sekitar 22,5 juta orang yang mengungsi ke negara lain berusia di bawah 18 tahun. Jumlah pengungsi dengan usia di bawah umur ini diklaim yang tertinggi sejak Perang Dunia II.

Sampai 22 Maret 2018, UNHCR mencatat ada sekitar 5,6 juta pengungsi di dunia. Mereka memperkirakan setiap hari ada orang yang mengungsi karena ketidakstabilan politik di negara asal. Salah satu negara penyumbang pengungsi tertinggi adalah Suriah.

Perang saudara yang terjadi di Suriah menyebabkan sekitar 600.000 orang melarikan diri pada 2017 lalu. Sampai saat ini lebih dari lima juta warga Suriah mengungsi akibat perang.

Selain itu, konflik Afghanistan menyebabkan sekitar 2,5 juta mengungsi. Konflik agama dan etnis di Rakhine, Myanmar, juga menyebabkan jutaan orang melarikan diri ke Bangladesh. Sampai saat ini, mereka masih bertahan di pengungsian Cox's Bazar, Kutupalong, Bangladesh.

Tokopedia