SMRC Prediksi Ganjar-Yasin Menang Telak di Pilkada Jateng

Pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dalam Debat Terbuka III Pilgub Jateng 2018 di Hotel Patra, Kota Semarang, Jateng, Kamis (21/6 - 2018) malam. (Instagram/@kpujateng)
22 Juni 2018 17:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com,  JAKARTA -- Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memprediksi Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, dan Khofifah Indar Parawansa akan memenangkan pilkada masing-masing, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Direktur SMRC Sirojuddin Abbas mengatakan di antara ketiga tokoh tersebut, peluang Ganjar paling besar.

"Menurut survei SMRC, di Jawa Tengah, pasangan Ganjar-Taj Yasin unggul telak. Mereka didukung 70,1% warga. Sementara pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah hanya didukung 22.6% warga," kata Sirojuddin, Jumat (22/6/2018).

Menurut Sirojuddin, keunggulan Ganjar di Jawa Tengah akan sulit dikejar oleh Sudirman mengingat selisih suara yang sangat jauh yaitu sekitar 47%. Sementara waktu menuju pemilihan sudah terlalu sempit. Hasil penelitian SMRC juga menunjukkan sekitar 63% warga menyatakan hampir pasti tidak akan mengubah pilihannya saat hari H nanti.

Survei SMRC dilakukan di tiga provinsi di tiga waktu berbeda. Di Jawa Tengah, survei dilakukan pada 23-30 Mei 2018. Di Jawa Timur, survei dilakukan pada 21-29 mei 2018. Di Jawa Barat, survei dilakukan pada 22 Mei -1 Juni 2018.

Jumlah sampel di masing-masing provinsi sebanyak 820 orang, yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Toleransi kesalahan (margin of error) survei di masing-masing provinsi diperkirakan 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.

Selain mengukur kandidat Gubernur Jateng, SMRC juga memprediksi pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak paling berpeluang memenangkan Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2018.

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan elektabilitas teranyar pasangan Khofifah-Emil sebesar 48,5%, unggul tipis dari Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dengan suara 40,8%. "Terdapat sekitar 10,7% warga Jatim yang masih mengambang," kata Direktur Program SMRC Sirojudin Abbas di Jakarta, Jumat (22/6/2018).